Lain-lain

Bawaslu Kabupaten Probolinggo Rilis 10 Indikator Kerawanan Pemilu

KRAKSAAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo merilis 10 indikator kerawanan pemilu 2019 ini. Seluruh indikator itu menjadi perhatian khusus. Bawaslu memutuskan meningkatkan pengawasan saat pemungutan suara berlangsung.

Ketua Bawaslu setempat Fathul Qorib menyebutkan, indikator itu merupakan rangkuman hasil identifikasi internal Bawaslu. “Semua indikator itu telah kami identifikasi. Tapi untuk titik mana saja yang memiliki indikasi tersebut tidak bisa kami sampaikan ke publik. Itu menjadi konsumsi internal kami,” terangnya, Minggu (14/4).

Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo menggunting pita tanda diberangkatkannya logistik Pemilu 2019 ke 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. (Ali Ya’lu/Koran Pantura)

Menurutnya, kerawanan dari sisi DPTb difokuskan pada TPS di pondok pesantren. Selain ada potensi mobilisasi santri, juga ada kekhawatiran terjadinya kesalahan dalam pemberian jumlah surat suara. “Misalnya santri dari luar kota yang seharusnya mendapatkan 2 surat suara, capres dan DPD, tapi malah diberikan 5 surat suara,” terang Qorib.

Ia mengatakan, kerawanan mengenai DPK yang melebihi 2 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) per TPS, akan mengakibatkan kekurangan surat suara. Termasuk kerawanan kerusakan logistik akibat pendistribusian di musim hujan ini.

“Apalagi, banyak wilayah di Kabupaten Probolinggo yang medannya sulit dan kerap hujan lebat. Belum lagi potensi adanya TPS di dekat lembaga pendidikan, rumah sakit, posko pemenangan dan juga di dalam gedung berukuran kurang dari 8 x 10 meter. Karena kegiatan pemungutan suara harus diketahui masyarakat, tidak boleh di lokasi yang sempit,” urainya panjang lebar.

Bawaslu juga mencium indikasi ketidaknetralan KPPS, politik uang, dan juga kerap terjadinya isu SARA di beberapa titik. Oleh karenanya, Bawaslu menyatakan akan meningkatkan pengawasan pada hari pemungutan suara 17 April mendatang.

“Kami akan meningkatkan dan memprioritaskan pengawasan di titik-titik rawan itu. Tujuannya agar meminimalisir kerawanan pemilu yang kami rilis tadi,” tegas warga Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran ini. (awi/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan