Lain-lain

Pensiunan Urus Rapelan, Syarat Berlapis


KRAKSAAN – Pensiunan ASN maupun para janda dari pensiunan ASN mendapatkan dana tunjangan pensiun dari pemerintah. Mereka juga dapat rapelan tunjangan selayaknya para ASN per April ini. Rapelan dimaksud dihitung sejak Januari 2019. Namun pengurusannya tidak mudah. Ada berlapis administrasi yang harus dilalui.

Berdasarkan ketentuan terbaru, tunjangan pensiun setiap bulan naik 5 persen. Dana tersebut sudah mulai diterima Ny. Siti, seorang warga Kraksaan yang mendapatkan tunjangan janda, karena mendiang suaminya adalah pensiunan ASN di salah satu instansi vertikal.

Sebelumnya, dalam sebulan, Siti mendapat dana senilai Rp 1.262.500. Per April 2019, dana yang ia terima ditambah senilai Rp 66.700. Sehingga yang diterima pada April total senilai adalah Rp 1.262.500 ditambah Rp 266.800 dari rapelan Januari, Februari, Maret, hingga April. Akumulasinya sebesar Rp 1.529.300.

Siti biasa dilayani di Bank BTPN Cabang Kraksaan yang berada di pertigaan Kandangjati Desa Sumberlele. Untuk mendapatkan rapelan itu kata Siti, ia harus menjalani verifikasi ulang. Siti diminta membuat surat keterangan semacam keterangan domisili. “Mungkin itu biar tahu apakah pensiunan dan janda pensiunan masih hidup atau sudah meninggal,” ujarnya.

Suasana saat pengambilan data foto di Bank BTPN Cabang Kota Probolinggo beberapa waktu lalu. (Rahmat/Koran Pantura)

Surat dimaksud dilengkapi tanda tangan 2 saksi dan kepala desa. Selain itu lampiran fotokopi KK, KTP, dan Karip (Kartu Induk Pensiun). “Banyak yang kelimpungan, namanya orang tua ngurus begituan banyak yang salah. Bolak-balik ke kantor cabang di Kraksaan,” ujarnya.

Ia juga harus foto ulang di kantor cabang bank yang utama. Dalam hal ini Siti dilayani di BTPN Cabang Kota Probolinggo yang kantornya di sekitar rumah dinas Walikota Probolinggo. “Tidak hanya foto, ternyata disuruh membunyikan angka-angka di komputer. Mungkin itu tes agar tahu apakah kami sudah pikun atau tidak,” ujarnya.

Setelah semua itu dilakukan, barulah Siti bisa menerima rapelan gaji. Ia mendengar info bahwa jika tidak melakukan pengambilan data foto dan memberikan surat keterangan, tidak bisa mendapatkan rapelan dan pencairan gaji ditunda. Selanjutnya, jika jatuh tempo harus datang ke Kantor Taspen di Malang untuk mengurusi data-data yang diperlukan.

Namun jika semua administrasi dipenuhi sesuai deadline maka tinggal mencairkan dana seperti biasa di bank pelayanan terdekat.

Di sisi lain, ia juga menanyakan gaji ke-13 dan 14 yang ternyata belum keluar. Mekanisme pencairannya sama seperti tahun lalu. Yakni sebelum dan sesudah Lebaran. “Gaji 13 dan 14 belum ada katanya, saya kira juga bulan April,” kata Siti.

Sementara itu, Kepala Desa Kebonagung Kota Kraksaan Widi Purwanto mengatakan, pada pekan terakhir Maret lalu, ada beberapa warganya yang meminta tanda tangan. Mereka membutuhkannya karena mengurus surat keterangan tunjangan pensiun.

“Banyak yang datang ke sini terkait tunjangan pensiunan itu, saya sudah hafal. Memang surat itu untuk memberikan kepastian bahwa yang bersangkutan masih hidup,” papar Widi. (ra/eem)


Bagikan Artikel