Lain-lain

Tak Berizin, Pabrik Kayu Gending Disegel

GENDING – Lantaran tak mengantongi sejumlah izin, sebuah pabrik pengolahan kayu milik PT. Mandiri Jaya Sukses Indo di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo ditutup sementara. Penutupan dilakukan oleh Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Senin (1/4).

Pihak manajemen pabrik diberikan tenggat waktu 7 hari untuk mengurus seluruh surat perizinanan yang belum mereka lengkapi. Apabila tidak digubris, maka pabrik yang baru beroperasion selama 6 bulan itu akan ditutup secara permanen.

“Kami beri tenggat waktu untuk mengurus perizinannya. Kalau tidak, penutupan sementara ini akan kami tingkatkan pada penutupan paksa secara permanen,” ungkap Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi.

Menurutnya, penutupan sementara ini dilakukan berdasarkan adanya laporan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Probolinggo yang melakukan pemeriksaan berkas perizinan terhadap pabrik dimaksud. Hasilnya, terungkap bahwa selama 6 bulan beroperasi, manajemen pabrik belum tuntas mengurus izin prinsipalnya.

“Sehingga Dinas Satpol PP selaku satuan penegak Peraturan daerah (Perda) di Kabupaten Probolinggo, melakukan penindakan dengan mengadakan penyegelan dan penutupan sementara pabrik itu,” ujar Dwijoko.

Adapun surat izin prinsipal yang belum dikantongi oleh manajemen PT Mandiri Jaya Sukses Indo itu, terdiri daru Surat Izin Lokasi, Izin Lingkungan, Izin Usaha Industri (IUI), dan Izib Mendirikan Bangunan (IMB). “Ada 4 surat izin yang belum mereka urus, sehingga secara aturan kami berhak melakukan penutupan sementara ini,” tegasnya.


Pabrik milik PT. Mandiri Jaya Sukses Indo di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending,l, disegel oleh Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Senin (1/4). (Tunjung Mulyono/Koran Pantura)

 

Sementara itu, Direktur Utama PT. Mandiri Jaya Sukses Indo Yenni Theresya Sunaryo menyatakan, pihaknya keberatan dengan langkah Satpol PP. Ia mengatakan, manajemen pabrik sebelumnya telah berupaya untuk mengurus perizinan melalui program Online Single Submission (OSS) milik dinas DPMPTSP kabupaten probolinggo. Namun izin yang diterbitkan baru surat ijin tata ruang saja.

“Kami masih mengurus izin-izin prinsipal lainnya di dinas perizinan, tapi bukan berarti Satpol PP bisa main tutup pabrik seenaknya seperti ini. Kami masih punya iktikad baik untuk mengurus perijinannya dan tolong jangan dipersulit,” terang Yenni. (tm/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan