Lain-lain

IKM Batik Probolinggo Meriahkan Indonesia Fashion Week 2019


JAKARTA – Gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) adalah pekan mode terbesar di Indonesia. Even tersebut diadakan setiap tahun sejak 2011 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Acara itu diadakan oleh Indonesian Fashion Entrepreneurs and Designers Association, yang merefleksikan dan mempromosikan budaya Indonesia dalam mode. Pada gelaran tahun ini, Kabupaten Probolinggo turut berpartisipasi.

Partisipasi perdana Industri Kecil Menengah (IKM) batik Probolinggo ini difasilitasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo.

Ada 3 IKM batik yang dilibatkan. Yakni IKM Batik Ronggomukti dari Kelurahan Sidomukti Kota Kraksaan, IKM Dewi Rengganis dari Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan, dan IKM Selowati dari Desa Selogudig Wetan Kecamatan Pajarakan.

Pemilik IKM Batik Ronggomukti Mahrus Ali mengatakan, Kabupaten Probolinggo menampilkan 5 busana. Yakni 2 busana dari Ronggomukti, 2 busana dari Selowati, dan 1 busana dari Dewi Rengganis.

“Desainnya 1 orang yaitu Triana Hapsari. Beliau asal Kandangjati Kulon tapi sekarang tinggal di Malang,” kata Mahrus saat dihubungi Koran Pantura, Rabu (27/3).

Menurutnya, IFW tahun 2019 digelar 27-31 Maret mendatang dengan tema Cultural Values. Ada ratusan busana yang ditampilkan oleh pelaku IKM batik seluruh Indonesia.

“Senang sekali karena bisa hadir di sini. Seperti inilah yang kami butuhkan. Terima kasih kepada Pemkab yang telah peduli kepada kami,” ungkap Mahrus juga Ketua Adikarya Perajin Batik Bordir dan Aksesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo tersebut.

Dengan keikutsertaan IKM batik Probolinggo ke pameran fashion tingkat Nasional, Mahrus yakin produk Probolinggo akan semakin dikenal. Baik di tingkat domestik hingga Mancanegara.

“Kami berharap keikutsertaan ini berlangsung berkesinambungan. Sehingga perajin batik lokal mendapatkan banyak pengalaman berharga. Termasuk ilmu baru dan inovasi baru,” paparnya.

Mahrus sendiri mengaku terkesan dengan gelaran ini. Dalam event itu, ia banyak mendapatkan ilmu baru seiring melihat ragam batik dari seluruh penjuru di Indonesia. “Yang paling utama adalah adanya batik kombinasi, termasuk pemasangan asesoris tambahan sehingga busana terlihat lebih elegan,” ucapnya.

Ia pun akan menerapkan ilmu baru itu di IKM batiknya di Kelurahan Sidomukti, Kota Kraksaan. “Semoga bisa memberikan efek positif bagi kemajuan IKM batik lokal Probolinggo,” harap Mahrus. (awi/eem)


Bagikan Artikel