Lain-lain

Kena Epilepsi, Bukan karena Alat Kelamin Suami


PAJARAKAN – Kasus meninggalnya Jumatri (23) pada Senin (25/2) lalu, membuat heboh masyarakat Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, perempuan yang tinggal di RT 003 RW 001, Dusun Brukan, Desa Maron Kidul, Kecamnatan Maron, Kabupaten Probolinggo itu diduga meninggal dunia secara tak wajar. Dugaan dimaksud adalah bahwa Jumatri tak kuat melayani Basar, suaminya, saat berhubungan badan. Sebab, alat kelamin suaminya disebut-sebut berukuran besar.

Basar dan Jumatri rupanya adalah pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah sekitar sepekan lalu. Usia keduanya terpaut cukup jauh. Basar berusia 55 tahun. Sementara Jumatri berusia 22 tahun. Rupanya, keduanya dinikahkan karena Basar berhasil menyembuhkan Jumatri dari epilepsi yang telah diderita Jumatri selama 7 tahun terakhir.

Kepada Koran Pantura menyampaikan, Basar mengungkapkan bahwa Jumatri adalah istri keduanya. Ketika Jumatri meninggal dunia, Basar tengah berada di rumah istri pertamanya di Desa Sumberpoh, Kecamatan Maron. “Ketika saya balik ke rumah di Maron Kidul, istri saya sudah meninggal dunia,” ujar Basar ketika ditemui di Mapolres Probolinggo, Rabu (27/2).

Basar mengatakan, dirinya baru menikah dengan Jumatri sekitar 5 hari sebelum kejadian. Selama 5 hari itu, Basar dan Jumatri tiap malam berhubungan badan. Pada malam-malam sebelumnya, kondisi Jumatri baik-baik saja. Bahkan sebelum Jumatri meninggal, pasutri ini sempat berhubungan badan. “Malam itu istri saya baik-baik saja. Sebelum saya keluar, dia sehat-sehat saja,” terang Basar.

Basar mengaku dirinya menikahi Jumatri karena bisa menyembuhkan epilepsi yang diderita Jumatri. Setiap kali epilepsi Jumatri kambuh, Basar selalu bisa mengatasinya. “Sejak menikah sampai kejadian itu, penyakit itu juga tidak pernah kambuh. Nah, waktu kambuh lagi, saya tidak ada di rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Waka Polres Probolinggo Kompol Ali Rahmad mengatakan, setelah menerima laporan dari Nedi Sito, ayah dari Jumatri, pihaknya langsung melakukan penyelidikan medis. Akhirnya terungkap bahwa Jumatri mengidap penyakit epilepsi sejak 7 tahun silam. “Jadi, kabar yang beredar (soal alat kelamin suami Jumatri berukuran besar), tidak benar adanya,” ungkapnya, Rabu (27/3).

Ia mengatakan, ayah Jumatri melaporkan Basar, menantunya sendiri dan suami dari Jumatri, setelah termakan omongan orang tak bertanggung jawab. “Orang tua yang anaknya meninggal itu percaya omongan orang. Tapi kami tidak menerima laporan itu begitu saja. Jadi, kami langsung melakukan penyelidikan lebih dulu. Hingga akhirnya terungkap soal penyakit itu,” terang Kompol Ali. (yek/eem)


Bagikan Artikel