Lain-lain

15 Tahun jadi Tempat Latihannya Para Jago Catur

KRAKSAAN – Salah satu rumah di Kelurahan Sidomukti, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo menjadi tempat sejumlah orang untuk beradu strategi dalam permainan catur. Setiap hari, setidaknya ada 6 warga yang bermain catur di teras rumah tersebut. Aktivitas tersebut rupanya sudah berlangsung sejak belasan tahun lalu.

Rumah tempat bermain catur itu adalah milik Eko Sarjono. Lokasinya dari pertigaan Gedung Sasana Krida Kraksaan ke selatan sampai mentok di pertigaan Kelurahan Sidomukti. Jika melaju dari utara, pengendara tak perlu berbelok ke arah barat atau timur. Sebab rumah tersebut berada di ujung jalan sebelum pertigaan. Tepatnya di sisi barat jalan. Kalau di seberang timur jalan tersebut, terdapat tempat pemakaman umum.

Teras rumahnya menghadap ke timur. Di teras itulah Eko dan tetangga maupun koleganya bermain catur. Terdapat sebuah meja panjang yang melintang dari timur ke barat, dilengkapi dengan 2 kursi panjang kanan-kiri meja. Di atas meja terdapat 3 papan catur. Jadi, sekali jalan, ada 6 orang yang bermain catur.

Eko mengatakan, masyarakat biasanya mulai datang ke rumahnya sejak pukul 14.00. “Kalau hari Minggu, bisa dari pukul 09.00 pagi di sini. Berhentinya bisa sampai Maghrib,” katanya, Selasa (26/3).

Eko mengungkapkan, sudah cukup lama teras rumahnya dijadikan sebagai tempat bermain catur. Ia mengaku rela teras rumahnya dimanfaatkan oleh warga sekitar maupun koleganya untuk bermain catur. Bagi Eko, catur adalah hobi abadi.

Ia mengaku senang jika tetangganya bermain catur di rumahnya. Eko ingin permainan ini digemari oleh masyarakat.

“Ini sudah 15 tahun lebih di rumah saya. Selain menambah teman, mereka yang punya bakat main catur bisa uji-tanding di sini. Saya ingin permainan ini tidak punah,” terangnya.

Karena “konsisten” jadi tempat main catur selama belasan tahun, banyak orang yang tahu aktivitas tersebut. Apalagi warga Kraksaan yang sering lewat di jalan depan rumahnya itu. Karena sudah dikenal sebagai basisnya catur, tak jarang warga dari desa lain datang ke rumah Eko untuk bermain.

“Mereka datang sekadar untuk menguji kemampuannya bermain catur. Ada yang dari Paiton, Krucil, bahkan Tiris. Tapi kalau yang rutin main setiap hari ya warga sekitar sini. Ada juga yang dari desa sebelah,” paparnya.

Eko mengungkapkan, ada beberapa dari koleganya yang bermain di rumahnya, yang kerap mengikuti perlombaan catur. Baik tingkat lokal maupun tingkat regional. “Kalau ada even, teman-teman selalu ikut. Sudah sering teman-teman masuk nominasi juara. Semoga di Probolinggo sendiri ada perlombaan main catur lagi,” harapnya.

Selain itu, ia berharap otoritas terkait lebih memberikan perhatian terhadap permainan catur. Sebab dalam pandangannya, catur sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian besar generasi muda saat ini. Ia juga menilai perhatian terhadap permainan catur masih minim.

“Meskipun sudah lama kegiatan catur di rumah ini, tapi masih belum ada perhatian dari pihak terkait. Saya harap kami dari pecinta catur bisa segera mendapatkan perhatian, agar kami bisa lebih berprestasi. Kalau kami berprestasi, nanti nama daerah juga ikut harum,” terang Eko. (ay/eem)

Eko Sarjono (paling kiri) dan sejumlah koleganya berada di teras rumah Eko di Kelurahan Sidomukti, Kota Kraksaan, Selasa (26/3). (Ali Ya’lu/Koran Pantura)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan