Lain-lain

25 Juta Warga BAB Sembarangan, Ini Kata Menteri PPN RI

KRAKSAAN – Untuk menekan kebiasaan warga Buang Air Besar (BAB) sembarangan, tidak cukup dengan membangunan sanitasi komunal di setiap rumah. Namun perlu adanya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di setiap daerah supaya tidak terbuang ke sungai.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (PPN RI) Bambang Brodjonegoro menargetkan pada 5 tahun ke depan akan terwujud 100 persen air bersih, 0 persen BAB sembarangan, dan 100 persen sanitasi (100-0-100).

Hal itu disampaikan Menteri Bambang Brodjonegoro dalam kunjungannya ke KSM Tugu Hati Kelurahan Patokan, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (16/3).

Ia menyampaikan, tingkat sanitasi layak di Indonesia masih berkisar 75 persen, sedangkan 25 persen sisanya masih belum layak. Sementara kebiasaan masyarakat BAB sembarangan sekitar 25 juta warga atau sekitar 10 persen. “Oleh karena itu perlu adanya penambahan sanitasi dan penampungan air limbah,” sebutnya.

Menurutnya, jika hanya dibuatkan sanitasi komunal yang digunakan oleh masing-masing warga di setiap rumah, maka akan timbul pertanyaan berikutnya. Yakni kemana limbah ini akan dibuang. Jika ke sungai, tentunya sungai akan tercemar.

Untuk itu perlu adanya IPAL sebagai penampungan limbah yang disalurkan dari sanitasi masing-masing rumah warga. “Jadi sungai tak lagi akan tercemar. Dengan begitu akan lahir lingkungan yang bersih dan sehat,” tuturnya.

Selanjutnya, Bambang akan mengupayakan limbah yang tertampung di IPAL agar dikelola menjadi energi gas untuk kebutuhan memasak warga. “Ini akan kami upayakan pada program selanjutnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut ditargetkan bisa tercapai dalam 1 periode ke depan. Artinya, pada tahun 2024 itu sudah terwujud program 100 – 0 -100.

“Untuk sisa 25 persen warga yang belum menggunakan sanitasi itu, kami upayakan pada tahun 2019 ini. Tapi tidak 100 persen. Setidaknya pada 1 periode ke depan, atau 5 tahun ke depan bisa 100 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari menyampaikan, penggunaan sanitasi di Kabupaten Probolinggo masih berkisar 67 persen. Itu data terakhir pada bulan Desember tahun 2018. “Kami akan mengejar terus pada posisi yang lebih ideal lagi,” paparnya.

Rencananya, tahun ini pihaknya akan membangun IPAL lagi di Kelurahan Semampir Kota Kraksaan dengan 150 sambungan rumah. Sementara pada tahun 2020 bisa terealisasi di Kelurahan Kraksaan Wetan, Desa Kalibuntu dan seterusnya.

“Targetnya Kota Kraksaan nantinya sudah 100 persen dan bisa menjadi percontohan untuk kecamatan lain,” tegasnya.

Dalam program pembangunan 2019 ini, pihaknya menggelontorkan dana Rp 2,3 miliar. Sementara untuk pembangunan tahun berikutnya akan diajukan dari program hibah. “Anggaran tahun ini juga untuk 150 sambungan rumah,” sebut Bupati Tantri. (yek/awi)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (PPN RI) Bambang Brodjonegoro (batik, berkacamata) dalam kunjungannya di KSM Tugu Hati Kelurahan Patokan Kota Kraksaan, Sabtu (16/3).


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan