Lain-lain

Banner Caleg NasDem Ditempel Stiker Caleg PPP, Bawaslu Turun Tangan

PROBOLINGGO – Gara-gara wajah yang ada di banner kampanye Tri Buwono Juniar Laksono ditempeli stiker As’ad Anshari, Agus Widoyoko berang. Ia memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu Kota Probolinggo, Rabu (6/3) lalu.

Sabtu (9/3) siang, Bawaslu mempertemukan Agus Widoyoko dengan As’ad Anshori, caleg yang fotonya terpampang di stiker tersebut. Hasilnya, permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. As’ad mengabulkan permintaan Agus Widoyoko.

As’ad yang merupakan caleg PPP, akan mengganti sekaligus memasang banner Tri Buwono Juniar Laksono, caleg Partai NasDem, yang wajahnya ditempeli stiker As’ad itu di lokasi yang sama. Yakni di Jalan KH Hasan Genggong di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih.

Usai pertemuan dengan Bawaslu, Agus mengatakan, penempelan stiker As’ad di banner Tri Buwono Juniar Laksono adalah pengrusakan. “Kami sebagai orang tua, tentu tidak terima. Kami laporkan ke bawaslu,” terangnya.

Dari pertemuan tersebut, Agus yang saat pertemuan didampingi istrinya, Ifi Manantiasih menyebut, permasalahan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, As’ad telah menyatakan akan mengganti banner Tri Buwono Juniar Laksono. “Ya, mau gimana lagi. Lha wong Pak As’ad itu teman akrab saya di dunia politik. Kalau caleg lain, ya permasalahan ini tidak berhenti di sini,” ungkap Agus.

As’ad Anshori juga membenarkan bahwa pihaknya menyanggupi permintaan Agus. Caleg yang maju dari PPP ini mengaku tidak mengetahui orang yang menempel stikernya di wajah APK Tri Buono Juniar Laksono.

“Tapi karena itu stiker saya, maka saya bertanggungjawab. Kami akan mengganti dengan APK yang baru. Kami juga yang akan memasang di lokasi yang sama,” tegas pria yang pernah menjadi anggota DPRD setempat ini.

As’ad memastikan kalau yang memasang stiker bukan kader partai dan simpatisan pendukungnya. Sebab, ia berpesan pada kader PPP dan simpatisannya untuk tidak menempel stiker di tiang listrik dan banner atau spanduk caleg lain.

“Setiap pendukung, kami beri 3 stiker. Satu ditempel di sekitar rumahnya, satu ditempel di kaca rumahnya dan sisanya sebagai pegangan. Kami tidak menyuruh menempel di tiang listrik dan banner lain. Karena tiang listrik tidak mencoblos,” katanya sambil tertawa.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu setempat Azam Fikri mengatakan, Agus telah melaporkan kejadian APK anaknya ditempeli stiker As’ad. Pihaknya sudah mempertemukan dan keduanya sudah bersepakat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Laporannya, Rabu 6 Maret lalu. Kami pertemukan hari ini. Sudah ada kesepakatan,” ujarnya.

Azam mengatakan, penempelan stiker di banner, spanduk atau sejenisnya, dikategorikan pengrusakan dan bisa dipidanakan. Dalam kasus yang terjadi antara Agus dan As’ad, telah tercapai kesepakatan. Sehingga secara otomatis, kasusnya tidak sampai ke ranah Kepolisian.

“Kasus ini kalau dilanjut, bisa ke pidana. Setelah kami pertemukan, mereka sepakat. As’ad akan mengganti banner Tri Buono Juniar Laksono,” kata Azam. (gus/eem)

Gara-gara banner caleg ditempeli stiker caleg beda parpol, Bawaslu Kota Probolinggo harus turun tangan.


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan