Lain-lain

NU Harus Ikuti Perkembangan Zaman

KRAKSAAN – Zaman modern yang serba digital ini tidak boleh dikambing-hitamkan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh Ponpes Zaha Genggong KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah bahkan meminta warga NU Kabupaten Probolinggo untuk mengikuti perkembangan zaman, tanpa  meninggalkan nilai luhur dan kearifan lokal.

“Sudah saatnya warga NU mengikuti perkembangan zaman, dan menghadapi modernisasi yang terus berkembang ini. Jika hal itu dibiarkan, tentu akan membuat NU ketinggalan zaman,” ungkap Kiai Mutawakkil saat memberi sambutan dalam acara peresmian Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) di kantor PCNU Kota Kraksaan, kemarin (3/12) pagi.

Mantan Ketua PWNU Jatim ini menyatakan, modernisasi harus dimanfaatkan dengan seksama, terutama dalam bidang pendidikan. Teknologi modern itu harus diterapkan pada seluruh anak didik nahdliyin, dan diperkenalkan sejak dini. “Karena itu sudah menjadi tuntutan zaman,” ungkapnya.

Menurutnya, penerapan teknologi informasi bertujuan untuk mengimbangi zaman. Terutama agar pendidikan di lingkungan nahdliyin bisa bersaing dengan anak didik di lembaga pendidikan umum. Jika yang terjadi sebaliknya, NU akan tertinggal jauh dan mungkin tidak diperhitungkan lagi keberadaannya. “Ambil bagian baiknya, dan tinggalkan bagian buruknya,” ucap Kiai Mutawakkil.

Namun, Kiai Mutawakkil tetap mengingatkan bahwa era digital ini juga tetap memiliki nilai negatif, yaitu terhubungnya media global yang menyiarkan berbagai laman. Termasuk lama-laman negatif pun disajikan. Nah, untuk itu perlu ada pengawasan ketat dari pihak orang tua, guru, dan lingkungan. “Supaya anak didik dan kader-kader NU tidak tercebur pada hal negatif itu,” jelasnya. (yek/iwy)

KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah saat memberikan ceramah tentang pentingnya NU untuk bisa beradaptasi terhadap perkembangan zaman. (Abdul Jalil/Koran Pantura)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan