Lain-lain

PERSAGI Berupaya Tanggulangi Stunting

KRAKSAAN – Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kabupaten Probolinggo mengadakan serah terima jabatan pengurus baru. Selain itu, organisasi ini juga menggelar seminar tentang gizi dan pencegahan stunting. Dua kegiatan tersebut digelar di Hotel Alliya Kota Kraksaan, Sabtu (2/3).

Peserta yang hadir adalah ahli gizi di Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam PERSAGI. Hadir juga perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Sri Patmi selaku Kabid Kesmas.

Kegiatan diawali dengan prosesi serah terima jabatan (sertijab). Yakni dari Ketua PERSAGI periode 2013-2018 Mursid SKM M.SI kepada Sri Astutik S.Gz sebagai ketua periode 2019-2024.

Selanjutnya digelar seminar dengan 2 narasumber. Yakni dr Andrianto SH MKes selaku Direktur AkZi Surabaya dan Agus Sriwardoyo SKM MM sebagai ketua PERSAGI Jatim. Dokter Andrianto menerangkan bahwa UHH (Usia Harapan Hidup) saat ini semakin menurun. Yakni sekitar usia 72 tahun.

“Taraf hidup masyarakat Indonesia pada umumnya masih rendah dikarenakan salah satunya yang mempengaruhi adalah masalah stunting,” terangnya.

Menurutnya, stunting menjadi salah satu faktor tidak naiknya taraf hidup warga Indonesia. Stunting terjadi biasanya pada 1.000 hari pertama bayi yang lahir yang mengalami kekurangan gizi. Sehingga bayi tidak bisa tumbuh tinggi dengan baik. Dan, hal itu bukan karena faktor keturunan.

Ia mengungkapkan, 50 persen penyebab stunting karena pola asuh cara memberikan makanan. “Bisa kita tanggulangi dengan cara-cara sesuai kaidah kesehatan. Untuk bayi berikan ASI (Air Susu Ibu) sampai usia 2 tahun. Untuk menambah tinggi anak, perbanyak konsumsi nabati dan protein,” imbaunya.

Sementara untuk mendongkrak UHH perlu ada upaya-upaya. Di antaranya, ia menyarankan anak sekolah, sebelum masuk sekolah wajib agar sinar matahari selama 10 menit. Paparan sinar matahari yang disarankan yakni antara 06.30-07.30.

“Tujuannya agar si anak bisa mendapatkan cukup vitamin D untuk memperkuat saraf tepi. Sehingga mereka tidak mudah terserang seperti mudah gringgingen atau kesemutan,” jelasnya.

Dia menyarankan untuk kebutuhan daging setiap anak 1 ons bisa diganti dengan udang 5 biji /kerang-kerangan atau bisa juga 2 ikan pindang.

“Susu per anak minimal membutuhan 22 liter per tahun agar bisa menunjang tumbuh kembang si anak. Sesering mungkin mengajak anak untuk senang melakukan aktivitas olah raga yang ada gerakan loncat-loncat,” paparnya.

Sejatinya kata Dokter Andrianto, nutrisi otak hanya ada dua, yaitu oksigen dan protein. Untuk kebutuhan oksigen bisa diatasi dengan mengkonsumsi air putih. Kebutuhan air seorang bayi adalah1 liter. Anak-anak membutuhan 1,5 liter.

“Orang dewasa membutuhkan air 2,5 liter. Kemudian lansia membutuhkan 2 liter air.  Kanebo itu daya serapnya tinggi kalau ada air. Baru ketika itu kanebo bisa kita gunakan. Kalau tidak ada air, maka kanebo tidak bisa kita gunakan. Gizi seimbang ada protein dan karbohidrat,” terangnya.

Ia juga mengingatkan soal pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar diperhatikan. Salah satunya mencuci tangan memakai sabun setidaknya selama 20 detik. Setelah itu digosok sabun untuk mematikan kuman yang menempel di tangan.

Sementara itu, Ketua PERSAGI Kabupaten Probolinggo Sri Astutik mengatakan, kegiatan itu sebagai investasi utama pengembangan sumberdaya manusia. Ia mengatakan, pembangunan kesehatan yang berkelanjutan mutlak diperlukan. “Yang mana salah satu komponen utamanya adalah melalui perbaikan gizi masyarakat, terutama pada periode 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan),” terangnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan