Lain-lain

Paguyuban PKL Kota Terbentuk

PROBOLINGGO – Setelah vakum sejak 2018, pengurus Paguyuban Pedagang Kaki Lima (P-PKL) Kota Probolinggo resmi terbentuk, Minggu (24/2) malam. Alifaturrohman terpilih setelah melalui proses voting sebagai ketua P-PKL. Dengan demikian, pria yang biasa disapa Alif  tersebut, sudah ketiga kalinya memimpin P-PKL.

Dalam pemilihan yang digelar di rumah tinggal Alif itu, Alif memperoleh 78 suara. Terpaut cukup jauh dari pesaingnya, M. Haufil yang mengantongi 7 suara dan Suja’i yang hanya mendapat 4 suara.

Alif mengatakan, proses pemilihan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Dalam rapat tersebut, pengurus P-PKL lama tidak diundang karena mereka telah mengundurkan diri secara tertulis dari kepengurusan P-PKL sebelumnya. “Kami mengadakan pemilihan ketua baru ini sudah sesuai prosedur. Peserta rapat kok yang meminta pemilihan,” terangnya, kemarin (25/2).

Bahkan kata Alif, peserta rapat awalnya menunjuk langsung Alif untuk menjadi ketua P-PKL lagi secara aklamasi. “Tapi saya menolak aklamasi dan meminta pemilihan dilakukan secara voting,” terangnya.

Alif menyatakan pihaknya telah mengundang seluruh  perwakilan sektor PKL di wilayah Kota Probolinggo. Di antaranya sektor PKL di Jl Panglima Sudirman, Jl Suroyo, Jl dr Mohamad  Saleh, Jl Panjaitan, dan Jl Akhmad Yani.

“Juga perwakilan sektor PKL Jl Basuki Rahmat, Jl Gatot Subroto, Jl Kelurahan Wiroborang, Jl Sukoharjo dan lain-lain. Termasuk sektor Alun-alun dan TWSL,” sebutnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi enggan berkomentar banyak terkait terbentuknya P-PKL itu. Ia mengaku belum mengetahui bahwa P-PKL telah menggelar pemilihan pengurus baru. Ia juga tak merasa diundang dalam pemilihan tersebut.

Meski demikian, Gatot berjanji akan mengklarifikasi informasi tersebut. “Saya tahunya ya dari sampean ini. Belum ada laporan. Besok akan kami klarifikasi,” katanya kepada Koran Pantura, kemarin sekitar pukul 19.00.

Sebagai instansi yang menangani urusan terkait PKL, pihaknya akan mengklarifikasi apakah pelaksanaan pemilihan pengurus P-PKL yang baru sudah sesuai aturan yang berlaku atau tidak. Jika tidak ada permasalahan, pihaknya akan memfasilitasi program pengurus P-PKL. “Ya, kalau prosedurnya sudah sesuai, tidak ada masalah. Kami akan membantu menfasilitasi,” terangnya.

Gatot mengaku pernah dihubungi salah satu pengurus P-PKL sebelumnya. Pihak terkait menginformasikan kepada Gatot bahwa massa bakti kepengurusan P-PKL di bawah kepemimpinan Alif sudah berakhir pada tahun 2018. “Saya sampaikan kepada orang itu, monggo kalau ingin ada pemilihan pengurus baru, kita duduk bareng,” ujarnya.

Namun, rencana yang dikemukakan Gatot itu tak kunjung terwujud hingga ada kabar P-PKL baru sudah terbentuk. Gatot menerangkan, jika nanti ada PKL yang tidak sejalan dengan P-PKL yang dipimpin Alif, lalu mendirikan paguyuban tandingan, maka permasalahan tersebut akan dilaporkan ke Walikota Probolinggo.

“Kalau muncul 2 paguyuban, ya kami bawa ke Pak Walikota sebagai atasan kami. Nanti biar Pak Wali yang menentukan,” kata Gatot. (gus/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan