Lain-lain

Pasar Semampir Lega

KRAKSAAN – Pasca penertiban pada Kamis (14/2) lalu, Pasar Semampir Kota Kraksaan menjadi lega. Pedagang tidak lagi menempati tempat parkir sebagai lapak PKL. Trotoar dan bahu jalan pun sudah terlihat lowong.

Selepas pukul empat sore, para pedagang kaki lima di Pasar Semampir menggelar lapak dengan tenda, karena saat itu dibebaskan oleh Disperindag. (Rahmat/Koran Pantura)

Dari Koran Pantura kemarin (18/2) siang, situasi di pasar dan sekitarnya sudah cukup tertib. Tempat parkir dan jalan di depan pasar terlihat lengang pasca penertiban. Pada siang hari, tidak tersedianya atap yang memadai untuk parkir, membuat bagian tengah terlihat lengang. Parkir yang ramai adalah sisi sebelah barat karena ada pepohonan yang rindang.

Sementara pada sore hari, keadaan lokasi parkir di pasar itu mulai ramai. Pedagang kembali memadati trotoar dan lahan parkir untuk berjualan. Namun pedagang kaki lima itu tak berani membangun lapak semi permanen. Mereka hanya memasang tenda yang bisa dibongkar pasang. Itu pun dilakukan hanya pada siang hingga sore hari.

Sofia, salah satu pedagang sayur kaki lima mengatakan, pada sore, pedagang bebas berjualan. Hal itu memang sesuai peraturan yang dibuat pengelola pasar di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo.

“Kalau sore boleh dagang lagi, lihat itu ada spanduk keterangan yang dipasang. Jam 4 sore sampai jam 6 pagi boleh berdagang,” kata Sofia.

Menurutnya, pedagang sudah mematuhi aturan tersebut. Pada siang hari, bedak di lantai 2 pasar Semampir sudah mulai digunakan untuk berjualan. “Kalau siang jualan di atas,” kata Sofia.

Sementara itu, Kepala Disperindag setempat Mahbub Zunaidi bersyukur para pedagang sudah tertib. Namun pihaknya tetap mewaspadai adanya pelanggaran kembali. Jika ada pedagang yang masih membandel, pihaknya akan mengeluarkan surat peringatan terakhir. “Kemudian kami lanjutkan dengan penertiban yang bersifat represif,” tegasnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan