Lain-lain

Rumah Khitan PCNU, Cukup Bayar Rp 99.900

Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo Drs H Hasan Aminuddin kemarin meresmikan rumah khitan di Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) di Jl Gus Dur, Kelurahan Sidomukti, Kraksaan. (Abdul Jalil/Koran Pantura)

 

KRAKSAAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan mendirikan  rumah khitan untuk warga nahdliyin. Rumah khitan tersebut dinaungi LKNU (Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama) yang kemarin (3/12) sekitar pukul 10.00 diresmikan langsung oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo Drs H. Hasan Aminuddin di Kantor PCNU Kraksaan di Jl Gus Dur, Kelurahan Sidomukti.

Begitu Hasan Aminuddin memasuki lokasi, peresmian langsung dilakukan. Ditandai dengan pengguntingan pita. Dan sebagai penanda beroperasinya rumah khitan tersebut, kemarin ada tiga bocah yang dikhitan gratis. Acara itu kemarin juga dihadiri pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, yaitu KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah.

“Selama ini belum ada lembaga kesehatan di kalangan NU Kota Kraksaan. Nah, ini merupakan langkah awal PCNU Kota Kraksaan dengan mendirikan lembaga itu. Akan tetapi, untuk sementara masih fokus melayani sunat atau khitan dulu. Kami menyebutnya sebagai Rumah Khitan PCNU Kraksaan,” ungkap Hasan Aminuddin dalam sambutannya.

Ia mengatakan, adanya rumah khitan ini akan sangat berguna bagi warga NU ke depannya. Apalagi, perawat dan dokter yang melayani di lembaga tersebut bukan perawat abal-abal. Mereka semua adalah kader NU yang memiliki background pendidikan kedokteran dan keperawatan. “Skill kader yang luar biasa seperti ini perlu dimanfaatkan untuk bisa membantu sesama warga NU,” tutur suami Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari itu.

Sementara itu, Kepala Rumah Khitan PCNU Kota Kraksaan Sugianto mengatakan, keberadaan rumah khitan tersebut bertujuan memberikan pelayanan khitan kepada warga NU. Setiap harinya, rumah khitan akan dijaga oleh perawat selama 24 jam secara bergantian.

Selanjutnya, warga NU yang ingin mengkhitankan putranya di rumah khitan ini bisa langsung datang dan mendaftar. Biayanya dijamin ekonomis. Bahkan, untuk warga yang ekonominya menengah ke bawah, bisa mendaftar tanpa dipungut biaya. Sementara untuk warga yang mampu, hanya cukup bayar Rp 99.900. “Kenapa harus Rp 99.900? Karena angka sembilan itu lambang NU,” ungkap Sugianto.

Selain menunggu warga yang datang, rumah khitan juga bakal mobile ke setiap desa dan kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Mereka akan melakukan khitanan secara mobile, terutama daerah-daerah terpencil. Sebab, tercatat di lokasi tersebut ditengarai masih banyak pria yang belum khitan. “Baik yang dewasa atau masih anak-anak. Kami tekankan untuk mengatasi fenomena itu dalam langkah selanjutnya,” papar Sugianto yang juga merupakan Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan