Lain-lain

Upayakan Rifaldo Dirujuk, Camat Bujuk Keluarga

DRINGU – Muhammad Rifaldo (9), bocah penderita meningitis dan gizi buruk asal Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo dijenguk oleh Camat Dringu Hari Kriswanto, Selasa (12/2) malam. Tak sekadar membesuk, Camat Hari membujuk Rifaldo agar bersedia menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Hari mengatakan, pihaknya bersedia membawa dan mengurus proses rujuk Rifaldo ke rumah sakit. Keluarga Rifaldo menyatakan akan memusyawarahkan tawaran Hari.

Ketika Hari di rumah Rifaldo, terungkap bahwa kakek dan nenek Rifaldo tak mau cucu mereka dirawat di rumah sakit lagi. Pasalnya, keduanya kecewa pada hasil perawatan terhadap Rifaldo di rumah sakit sebelumnya.

“Kalau ibunya sudah setuju untuk dirujuk, tapi kakek dan neneknya yang belum mengizinkan. Namun mereka akan bermusyawarah dulu dengan sesama keluarganya untuk kesediaan dirujuk atau tidaknya Rifaldo,” terang Hari, Rabu (13/2).

Mantan Camat Bantaran ini mengatakan, penanganan medis di RSUD Waluyo Jati sepenuhnya akan difasilitasi oleh Pemkab Probolinggo. Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo juga sudah bersedia untuk memfasilitasi pengobatan Rifaldo.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Dinkes. Pak Kepala Dinas Dokter Anang sudah menyampaikan kepada kami agar merujuk Rifaldo ke RSUD Waluyo Jati,” terangnya kepada Koran Pantura.

Perlu diketahui, Rifaldo adalah bocah yatim penderita penyakit Meningitis dan gizi buruk yang dibawa pulang secara paksa dari salah satu rumah sakit swasta di Probolinggo. Alasannya karena keterbatasan ekonomi. Keluarganya tak mampu membayar biaya perawatan Rifaldo yang telah dirawat inap selama sekitar sepekan.

Nur Har (64), kakek dari Rifaldo mengaku trauma dan pesimis dengan pengobatan terhadap cucunya itu. Pasalnya, berdasar hasil perawatan di rumah sakit sebelumnya, pihak dokter sudah angkat tangan dalam hal penanganan medis terhadap Rifaldo. “Buat apa dirujuk, kalau hasilnya sama saja. Lebih dirawat di sini saja seadanya,” katanya.

Selain itu, Nur Har juga trauma dengan penanganan medis terhadap Arifin, ayah dari Rifaldo yang meninggal dunia 2 tahun lalu karena penyakit TBC. Ia menyebut rumah sakit tempat ayah Rifaldo dirawat, terlambat melakukan penanganan terhadap Arifin.

“Dulu anak saya pernah dirujuk kerumah sakit, tapi ternyata rumah sakitnya penuh. Akhirnya anak saya meninggal,” katanya.

Kepala Desa Sumbersuko Hasan mengatakan, pihaknya juga terus berupaya membujuk keluarga Rifaldo agar anak yatim itu dapat segera dirawat di RSUD Waluyo Jati.

“Kami sudah membujuk mereka sejak semalam, tapi mereka masih minta waktu untuk rembukan dulu. Nanti akan dihubungi kalau pihak keluarga sudah berkenan,” katanya. (tm/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan