Lain-lain

PKL yang berjualan buah naga di jalur pantura Kota Kraksaan dianggap cukup mengganggu karena meluber sampai bahu jalan. (Abdul Jalil/Koran Pantura)

Pemkab Tenggat PKL 5 Hari


KRAKSAAN – Sudah sekian kali pedagang laki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan pantura Kabupaten Probolinggo ditertibkan. Tetapi, saat ini PKL kembali liar menempati bahu jalan. Untuk itu, Satpol PP Pemkab Probolinggo memberi jatah waktu 5 hari ke depan bagi para PKL itu agar menertibkan diri, sebelum nanti digusur.

Berdasarkan pantauan Koran Pantura, sejumlah PKL dengan mengenakan kendaraan membuka lapaknya di sepanjang bahu jalan jalur pantura. Tidak hanya pedagang buah, pedagang beraneka dagangan juga ikut-ikutan mangkal di bahu jalan. Bahkan, di jalan protokol Kota Kraksaan pun terpantau cukup banyak. Lebih parah lagi, para pedagang itu sampai menggelar tikar di bahu jalan.

Salah satu di antara PKL itu ialah Romli (45), asal Banyuwangi. Ia mengaku sudah seminggu berjualan di tempat tersebut. Ia hanya menjual buah naga yang dibawa dari tempat asalnya. “Saya jual di sini biar laku. Daripada dibuang-buang di sana. Kalau kiranya tidak diperbolehkan, saya akan pindah tempat,” ungkap bapak dengan satu anak itu, Kamis (7/2).

Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Probolinggo Deny Kartika Sari menyampaikan, pihaknya sudah mengetahui keberadaan PKL yang mulai menjamur itu. Oleh karenanya, dirinya langsung mengedarkan surat pemberitahuan pada seluruh PKL untuk tidak berjualan di bahu jalan.

“Tadi (kemarin, red) sudah kami kirimi surat ke PKL semua itu. Kami kasih jatah waktu sampai 5 hari ke depan. Kalau lebih dari itu belum segera mengosongkan bahu jalan, kami tidak akan segan-segan untuk melakukan razia kembali,” ungkap Deni saat dikonfirmasi via telepon.

Untuk perpindahan para PKL itu, pihaknya telah menyediakan tempat sementara. Yaitu diperbolehkan untuk ke tempat Pasar Buah Semampir, Pasar Kebonagung, dan halaman Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. “PKL itu boleh memilih di 3 tempat itu. Tinggal koordinasi saja sama ketua paguyuban masing-masing tempat,” katanya.

Ia menjelaskan, ketiga tempat yang telah disediakan itu boleh ditempati pada halaman pasarnya. Baik PKL yang dari luar Probolinggo maupun warga Probolinggo sendiri. “Itu hanya tempat sementara, daripada di bahu jalan, lebih baik di area pasar. Yang penting tidak mengotori bahu jalan,” katanya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel