Lain-lain

Ketua KONI Jenguk Korban Jembatan Ambruk


KRAKSAAN – Peristiwa ambruknya jembatan gantung di desa Kregenan kecamatan Kraksaan yang melukai puluhan siswa dan guru SMP Negeri 1 Pajarakan pada Jumat (9/9) lalu. Menuai keprihatinan dari Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan, bahkan Ia tak segan untuk datang menjenguk para korban yang masih berada di rumah sakit maupun yang telah masuk sekolah.

Total ada 4 orang korban ambruknya jembatan gantung yang masih dirawat di RSUD Waluyojati Kraksaan hingga Senin (12/9). Mereka terdiri dari 3 orang siswa dan 1 orang guru yang masih menjalani perawatan akibat luka-luka yang dialami. Sedangkan sebanyak 37 korban luka-luka lainnya sudah diperbolehkan pulang dan mulai masuk sekolah.

Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan menyampaikan, kedatangannya ke SMP Negeri 1 Pajarakan dan RSUD Waluyojati adalah untuk melihat kondisi para siswa dan guru yang menjadi korban dari insiden ambruknya jembatan gantung desa Kregenan beberapa waktu lalu.

“Kedatangan saya untuk memberikan support dan dukungan moril secara langsung kepada para korban. Tujuannya tak lain, agar mereka diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi ujian ini, serta tentunya memberi semangat agar mereka cepat pulih kembali,” ujarnya, Senin (12/9).

Tak hanya memberikan dukungan moril semata, namun Zainul juga memberikan uang tali asih kepada para korban yang ditemuinya itu. Dimana tali asih itu diberikan agar dapat dipergunakan oleh para korban untuk membeli kebutuhan yang diperlukan.

“Memang tidak banyak, namun kami berupaya untuk hadir ketengah-tengah mereka. Setidaknya untuk sekedar membantu meringankan beban yang sedang dialami oleh para korban,” terangnya.

Sementara itu, Irma salah seorang guru yang menjadi korban ambruknya jembatan gantung desa Kregenan saat dikunjungi Ketua KONI mengatakan, jika saat ini hanya tinggal dirinya guru yang dirawat paska insiden tersebut.

“Saya dirawat karena masih merasakan rasa sakit pada bagian perut dan rusuk akibat tertimpa besi dari jembatan. Tidak tahu kapan baru diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Namun demikian, Ia mengaku berterima kasih atas kepedulian dari pengurus KONI Kabupaten Probolinggo yang telah meluangkan waktu untuk datang menjenguknya. Karena diakuinya, ketika berada di rumah sakit dia merasa dan tidak betah dan butuh teman untuk sekedar mengobrol.

“Paska rekan saya yang juga guru pulang duluan setelah ikut dirawat. Saya sendirian di ruang rawat ini, Alhamdulillah kembali ada yang menjenguk dan itu membuat saya senang karena berarti banyak yang peduli,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel