Lain-lain

Santri Pesantren Al Hidayah Mojokerto Doakan Pahlawan


MOJOKERTO – Sebanyak 1800 santri Yayasan Pondok Pesantren Teknologi Informasi Al Hidayah (YPPTI), memadati Makam Pahlawan Mojokerto, Kamis (11/8). Karena berjumlah banyak, ribuan santri dari pesantren yang diasuh oleh Nyai Jauharoh Said tersebut dipecah dalam 3 gelombang.

Ribuan pelajar tersebut berasal dari sejumlah lembaga pendidikan di lingkungan YPPTI. Terdiri dari Firdaus Daycare, Playgroup Plus Al Hidayah, TK Plus Al Hidayah, TPQ Al Hidayah, dan SD Islam Terpadu Firdaus. Selanjutnya adalah SMP Teknologi Informasi Al Hidayah, dan MA Swasta Teknologi Informasi Berlian. 

Acara dimulai dengan Doa dan Tahlil bersama dipimpin oleh Ustadz Achmad Ulil Abshor atau biasa disebut Gus Ulil. Dilanjutkan dengan pembacaan pesan pahlawan yang tertulis di prasasti makam pahlawan oleh Ustadzah Kuswatun Kasanah.

Selanjutnya, ada paparan dari Ustadz Moch Yasin. Gus Yasin, sapaan karibnya menerangkan, di taman makam tersebut ada 8 pijakan. Jumlah pijakan adalah tanda bulan kemerdekaan, yakni Agustus. Di taman makam tersebut juga ada 17 bambu runcing yang menandakan tanggal kemerdekaan, yakni 17 agustus.

“Bambu runcing adalah senjata utama para pahlawan kita,” tutur Anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur ini.

Ia menerangkan kepada para siswa, bambu runcing adalah senjata yang paling ditakuti oleh Belanda. Sekali prajurit Belanda terkena bambu runcing ini, mereka akan sakit berbulan-bulan hingga akhirnya meninggal dunia.

“Bambu runcing yang digunakan pahlawan kita didoakan oleh para ulama. Sehingga menjadi senjata yang berbahaya,” ungkapnya.

Gus Yasin memimpin doa di salah satu makam pahlawan di Taman Makam Pahlawan Mojokerto, Kamis (11/8).

Ia mengisahkan, sebelum para pahlawan menuju medan perang, para pasukan Indonesia sowan dulu ke Kiai Subhi di Jawa Tengah. Tujuannya adalah memohon doa restu. Ketika sowan, tiba-tiba ada pesawat Belanda terbang di atas kediaman Kiai Subhi.

“Kiai Subhi menengadahkan tangan ke atas dan berseru ‘Allahu Akbar’. Dengan izin Allah, pesawat itu oleng dan jatuh ke rawa tak jauh dari kediaman Kiai Subhi. Jadi, pesawat itu mengalami gagal mesin. Itu adalah salah satu karomah Kiai Subhi,” tutur Gus Yasin.

Acara selanjutnya adalah tabur bunga. Acara tabur bunga diawali dengan membacakan Surat Al Fatihah kepada para pahlawan. Gus Yasin mengatakan, setidaknya ada 1.300 pahlawan yang dimakamkan di taman makam ini.

“Lumrahnya, 1 makam untuk 1 orang. Tapi di sini, ada makam yang digunakan untuk 2 orang, bahkan 3 orang karena saking banyaknya pahlawan yang wafat,” terangnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel