Lain-lain

Agrowisata jadi Tempat Gembala Kambing


Fasilitas yang ada di Agrowisata Desa Mojolegi kini sudah tak terurus lagi. Kondisinya memprihatinkan. Bahkan beberapa fasilitas yang ada ambruk kena terpa angin. (Deni Ahmad Wijaya/Koran Pantura)

GADING – Kabupaten Probolinggo memiliki beberapa titik agrowisata. Salah satunya berada di Desa Mojolegi, Kecamatan Gading. Namanya Demplot Tanaman Organik Depo Alam Hijau. Agrowisata ini dibentuk 2016. Selang 3 tahun berjalan, kini lokasi itu terbengkalai. Beberapa warga memanfaatkannya sebagai tempat menggembala kambing.

Sutrisno (51), warga Dusun Krajan, Desa Mojolegi, adalah salah seorang warga yang menggembala kambingnya di lahan tersebut. Agrowisata yang didukung CSR swasta itu kini sudah tak terawat dan ditumbuhi rerumputan liar. “Di sini rumputnya banyak. Kambing saya diikat di sini saja. Jadi saya gak perlu mencari rumput untuk kambing saya,” ujar Pak Tris, sapaan akrabnya, Kamis (31/1).

Biasanya, ia menggembala kambingnya mulai pukul 07.00-16.00. Usai mengikat kambingnya, ia bekerja ke sawah atau mencari rumput untuk ketiga sapinya di kandang. Trisno mengaku tidak sendiri menggembala kambing. “Banyak yang menggembala di sini. (Pemerintah) Desa dan kelompok taninya juga gak marah kok. Daripada rumputnya makin tinggi, dibuat pakan kambing kan lumayan,” ungkapnya.

Menurutnya, terbengkalainya agrowisata tersebut terjadi sejak kemarau 2018 lalu. Kala itu, tanaman sayuran, bunga, dan bibit pohon banyak yang mati kekeringan. Nah, ketika memasuki musim hujan, beberapa fasilitas berupa gazebo dan tempat pembibitan ambruk diterjang angin kencang. “Sejak itu memang gak dirawat sampai sekarang,” terang Trisno.

Selain untuk menggembala kambing, lokasi itu itu juga dijadikan tempat bermain anak-anak kampung setempat. Sebagian masyarakat juga mengambil bunga-bungaan yang tetap tumbuh alami walaupun tidak dirawat. “Orang dari luar daerah juga banyak yang ambil bunganya dari sini. Gratis, gak ada yang bayar,” tuturnya.

Sundari (46) adalah warga yang biasanya mengambil bunga dari tempat tersebut. Ada beberapa jenis bunga tersedia yang memudahkan Sundari memetiknya. Terkadang ia mengambil bibit, kadang juga hanya mahkota bunganya saja. “Ini saya ambil bunganya saja untuk nyekar nanti sore,” ujarnya, kemarin.

Terbengkalainya Demplot Tanaman Organik Depo Alam Hijau di Desa Mojolegi, Kecamatan Gading rupanya diakui oleh Pemkab Probolinggo. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengakui adanya kemerosotan dalam pengelolaan agrowisata tersebut.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu menerima kedatangan anggota Kelompok Tani (Poktan) Alam Hijau Desa Mojolegi. Mereka menceritakan kondisi terkini tentang agrowisata tersebut.

“Kami sangat menyayangkan itu. Padahal konsep agrowisata itu sudah baik. Bahkan, Depo Alam Hijau sempat dikunjungi wisatawan dari Laos dan turis domestik. Ini jelas kemerosotan,” kata Hasyim, Kamis (31/1).

Pihaknya meminta agar Poktan setempat mulai mengembangkan lagi demplot pertanian organik tersebut. DKPP menginstruksikan agar poktan terkait segera ambil langkah kongkrit. “Insya Allah mulai dikembangkan lagi pekan depan,” tandas Hasyim.

Menurutnya, konsep agrowisata bisa menjadi bidang bisnis menjanjikan selain penjualan komoditas pertanian konvensional. Karena yang ditawarkan bukan hanya penjualan komoditas pertanian dari sawah.

“Tapi ini juga sebagai sarana edukasi, wisata dan juga lokasi mendapatkan tanaman organik yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Dampaknya yaitu meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar yang terlibat,” tandasnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel