Lain-lain

PDAM Keluhkan Listrik Sering Padam

DRINGU – PDAM Kabupaten Probolinggo harus mengeluarkan biaya Rp 400 juta hingga Rp 500 juta per bulan untuk membayar biaya pompa di Kecamatan Tiris. Meski harus mengeluarkan  biaya ratusan juta, tetapi pelayanan juga tidak bisa maksimal. Sebab, hampir setiap hari kawasan tersebut terjadi pemadaman listrik.

Jika listrik padam, otomatis pompa PDAM yang menyalurkan air bersih ke 4 kecamatan tersebut berhenti beroperasi. Hal ini yang dikeluhkan PDAM karena menjadi kendala yang kerap dialami saat ini.

“Ini yang menjadi kendala. Tapi tidak ada solusi lain. Sebab listrik ini yang menjadi opsi paling murah. Meski harus mengeluarkan ratusan juta setiap bulan,” terang Dirut PDAM Gandi Hartoyo, kemarin.

Menurutnya, jika menggunakan tenaga lain, PDAM harus mengeluarkan biaya lebih banyak di atas biaya penggunaan listrik. “Padahal, jika dilihat dari pembayaran jumlah pelanggan masih kurang. Untuk mencukupi pembayaran listrik aja sebenarnya udah bagus. Ini yang menjadi PR kami juga,” terangnya.

Oleh karena itu, ia pun berharap pada PLN untuk meminimalisir pemadaman di kawasan Kecamatan Tiris. Hal itu bukannya tanpa sebab. Seperti kemarin, pemadaman dilakukan secara bergiliran. “Di Kecamatan Tiris mati lampu hingga siang. Setelah hidup, ganti di kawasan Condong. Begitu juga di daerah lain yang hampir setiap hari terjadi,” jelasnya.

Salah satu solusinya yakni melibatkan pihak swasta dalam pengelolaan sumber mata air. Gandi mengaku sudah ada investor yang akan masuk di kecamatan Banyuanyar. Jika ini bisa berhasil menanamkan modal, yang pasti akan meringankan beban PDAM. “Akan disurvei minggu depan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Pemkab bagaimana teknisnya, kalau ini memang setuju menjadi investor di Banyuanyar,” tandasnya. (rul/awi)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan