Lain-lain

Jalur Migrasi Bangau Bluwok Pajarakan

PAJARAKAN – Sejumlah Bangau Bluwok (Mycteria cinerea) kembali bermigrasi lewat pesisir Kabupaten Probolinggo. Satwa langka yang dilindungi itu ditemukan oleh sejumlah pengamat dan fotografer satwa liar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, di sekitaran tambak Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan.

Bangau Bluwok (Mycteria cinerea) di kawasan tambak Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan. (Istimewa/Koran Pantura)

Penemuan para fotografer itu sudah yang kali kedua di lokasi yang sama. Seperti yang diungkapkan Budi Setiawan (48), salah satu dosen sekaligus fotografer satwa liar pada Unair Surabaya. Ia mengaku sudah dua kali berburu gambar dan mengamati bangau bluwok di Probolinggo. Hanya saja, penemuan pertama ia tak berhasil mengambil gambar terbaiknya. “Yang kedua baru kami bisa ambil gambar setelah berjam-jam mengamati,” tuturnya, Selasa (29/1).

Menurut pria yang akrab di panggil Cak Boeseth itu, kedatangan bangau Bluwok setiap tahun di tempat itu, disebabkan karena lokasinya aman dan tak terusik. Selain itu, habitat mangrove Desa Penambangan cocok bagi koloni bangau Bluwok. “Adanya kepedulian dari masyarakat sekitarnya untuk tidak mengusik keberadaan bangau Bluwok dan juga melindunginya dari tangan pemburu,” ucapnya.

Lantaran lingkungan tak terusik, sehingga bangau itu nyaman dan akan terus kembali setiap musim migrasi selanjutnya. “Satwa liar selalu mengikuti nalurinya saat bermigrasi, selama mereka enjoy di sini dan habitatnya support maka mereka pasti akan selalu kembali,” jelas Cak Boeseth.

Lebih lanjut, dari enam ekor Bangau Bluwok yang terpantau itu, seluruhnya dalam kondisi sehat. Itu dinilai dari kepekaan (aware) bangau itu atas kehadiran manusia. Ia mengatakan, jika kondisi seperti demikan, ekosistem lingkungan setempat terjaga. Maka kemungkinan besar Bangau Bluwok itu bisa berkembang biak di desa setempat. Selama kondisi mangrovenya tetap terjaga dan keamanan bangau bluwok selalu terjamin.

“Kami harap ada tindak lanjut dari pengambil kebijakan khususnya di mangrove desa Penambangan ini, kalau memungkinkan bisa di jadikan kawasan konservasi. Disamping itu juga perlu menambahkan luasan hutan mangrovenya, selain sebagai fungsi barrier juga untuk supporting habitat satwa liar disini yang ternyata masih banyak jenisnnya selain Bangau Bluwok,” harapnya. (yek/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan