Lain-lain

Migrasi SIAK, Antrian Warga Membludak


DRINGU – Akibat kurangnya informasi dan sosialisasi terhadap warga kabupaten Probolinggo terkait dengan adanya migrasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) secara terpusat. Banyak warga yang akhirnya harus mengantri lama atau pulang kembali ketika hendak mengurus perubahan data maupun dokumen di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dikdukcapil) setempat.

Seperti pantauan Koran Pantura pada Rabu (25/5) pagi, antrian panjang warga di kantor Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo sudah dimulai sejak pukul 08.00 pagi. Hal tersebut ternyata bukan hanya terjadi pada hari itu saja. Melainkan kerap terjadi setiap harinya lantaran kurangnya informasi terkait pelayanan SIAK yang kini dipusatkan di Jakarta.

“Kami informasikan bahwa mulai awal tahun 2022 sampai dengan akhir tahun 2022. Dirjen Dukcapil telah melakukan kegiatan migrasi SIAK secara terpusat. Dampaknya semua layanan di Dukcapil seluruh Indonesia mengalami gangguan jaringan SIAK,” ujar Kadispendukcapil Kabupaten Probolinggo Munaris.

Dijelaskannya dengan adanya system terpusat tersebut, akses menuju jaringan di server pusat menjadi kerap melambat. Hal itu dikarenakan yang mengakses SIAK bukan hanya dari Dipsendukcapil Kabupaten Probolinggo, melainkan dari seluruh Dispendukcapil di seluruh Indonesia.

“Karena permasalahan itu, layanan kami di Dispendukcapil daerah menjadi tidak maksimal. Bukan karena kami yang memperlambat, melainkan memang untuk bisa masuk dalam akses ke jaringan SIAK itu untuk sementara waktu memang agak lambat,” jelasnya.

Disebutkan mantan Camat Pakuniran itu, jika layanan di Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo akan tetap diupayakan maksimal selama masa migrasi SIAK itu. Salah satunya yakni dengan menyediakan link khusus untuk distus resmi milik Dispendukcapil kabupaten Probolinggo.

“Melalui link resmi di website kami itu. Masyarakat tidak perlu lagi antri untuk mengurus dokumen dan KTP. Terlebih nantinya akan ada tanggal kapan selesainya dokumen atau KTP itu bisa diambil di kantor kami,” sebutnya.

Sementara itu, M. Lutfi (40) salah seorang warga kecamatan Sukapura ditemui saat tengah mengantri di kantor Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo di kecamatan Dringu. Mengaku jika dirinya sengaja berangkat pagi dari rumah untuk mendapatkan antrian awal guna mengurus pembuatan KTP untuk anaknya. Namun sesampainya di kantor itu, ternyata antriannya sudah banyak dan dia harus rela mendapatkan urutan nomor yang cukup jauh dan harus rela dilayani setelah tengah hari.

“Antri dari pagi mas, baru dipangil barusan itu. ALasannya karena sistemnya lambat. Seharusnya kalau memang bisa diurus secara online dan ada tanggal pastinya. Kami tak harus antri lama seperti ini,” katanya singkat. (tm/ra)


Bagikan Artikel