Lain-lain

Perolehan Pajak Capai Rp 66 Miliar, jadi Rekor Baru


PROBOLINGGO – Realisasi capaian pajak daerah Kabupaten Probolinggo mencetak rekor baru. Pasalnya perolehan pajak daerah tahun 2021 berhasil mencapai Rp 66 miliar. Capaian itu merupakan yang terbesar yang pernah diraih Pemkab Probolinggo dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Pada tahun 2021 lalu, Pemkab Probolinggo pada awalnya hanya menargetkan perolehan pajak daerah diangkat Rp 61 miliar. Namun nyatanya perolehan pajak tahun lalu mampu menembus angka hingga Rp 66 miliar atau lebih Rp 5 miliar. Padahal tahun-tahun sebelumnya perolehan pajak daerah hanya maksimal diangkat Rp 65 miliar, itu pun terjadi pada tahun 2019 lalu.

Kabid Pendapatan pada Badan Keungan Daerah (Bankeuda) Kabupaten Probolinggo  Ofie Agustin mengatakan, realisasi capaian pajak daerah itu tidak terlepas dari terobosan yang dilakukan. Untuk mengoptimalkan pendapatan, pihaknya melakukan intensifikasi penagihan pajak dan melakukan digitalisasi pembayaran.

“Kami maksimalkan diproses penagihan serta memanfaatkan betul digitalisasi pembayaran. Sehingga mempermudah para wajib pajak untuk membayarkan apa yang jadi kewajibannya,” ujarnya, Senin (10/1).

Dijelaskan, untuk perolehan pajak bumi dan bangunan (PBB), di setiap desa terdapat tim intensifikasi pajak. Mereka bertugas untuk memungut pajak. Meskipun di masa pandemi, namun hal itu tak mengurangi kinerja dari tim bentukan Bankeuda tersebut untuk menagih para wajib pajak.

“Tahun kemarin, kami juga telah melatih tim intensifikasi pajak kecamatan untuk penggunaan aplikasi E-pipad. Sehingga perolehan pajaknya menjadi lebih maksimal dan mencegah adanya kebocoran didalamnya,” Jelasnya.

Menurutnya, selain E-pipad untuk pembayaran PBB, digitalisasi juga dilakukan untuk pembayaran pajak lainnya. Di antaranya, pajak hotel, restoran dan parkir. Serta, pajak air bawah tanah dan reklame. “Selain intensifikasi penagihan pajak daerah, untuk mengoptimalkan pajak daerah ini, kami juga melakukan digitalisasi untuk pembayaran 10 mata pajak daerah,” sebutnya.

Adapun 10 mata pajak daerah itu ialah pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame dan pajak penerangan jalan. Berikutnya, pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan pajak mineral bukan logam. (tm/iwy)


Bagikan Artikel