Lain-lain

Ibadah Umrah Dibuka Lagi


PROBOLINGGO – Pandemi Covid-19 sempat membuat ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah ditutup untuk sementara. Tetapi kini seiring melandainya pandemic Covid-19, Kemenag Republik Indonesia kembali membuka pintu ibadah umrah.

Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi membuka kembali pemberangkatan ibadah umrah pada Sabtu (8/1) lalu. Meski begitu, jamaah yang akan berangkat tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Sholehuddin mengatakan, untuk sementara ini, pembukaan perjalanan umroh tersebut masih diutamakan kepada para Penyelenggaran Perjalanan Ibadah Umroh (PPIH). Sehingga, pembukaan ini masih belum diperuntukkan untuk para warga pada umumnya.

“Ini semacam tes dulu atau uji coba, karena masih pandemi. Nanti kalau ini berhasil, tentunya juga akan dibuka untuk semua masyarakta,” katanya, Minggu (9/1).

Selain itu, pemberangkatan ibadah umrah ini menurutnya juga tidak bisa dilakukan di semua bandara. Di Indonesia, sementara ini pemberangkatan umrahnya masih dipusatkan di Bandara Soekarno – Hatta Jakarta.

“Tujuannya untuk mempermudah pengontrolan dan pemantauan prokesnya. Nanti kalau kondisi pandemi ini terus membaik, tentunya pemberangkatan dari masing-masing embarkasi juga akan dibuka,” terangnya.

Sholehuddin menjelaskan, setiap jamaah yang akan berangkat umrah wajib melakukan vaksin dosis 2. Tak hanya itu, semua jamaah harus melakukan tes PCR. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 bagi para jamaah.

“Tidak hanya di Indonesia, protokol kesehatan ini harus terpenuhi juga ketika sudah di Arab sana. Karena di sana akan diperiksa lagi berkas-berkas kelengkapan kesehatannya, baik vaksin masupun tes PCR nya,” ujarna.

Ia pun mengimbau kepada para jamaah yangn mempunyai rencana untuk berangkat umroh untuk bersabar sementar waktu ini. Pasalnya, para PPIU yang akan berangkat ini selai untuk melaksanaan ibadah umrah juga untuk memperjuangkan kelonggaran peraturan dari pemerintah arab saudi bagi jamaah yang akan melaksanakan ibadah ke Kota Mekkah tersebut. “PPIU ini kan ibarat pejuang di arab saudi untuk beribadah dengan prokes yang ketat, kalau ini nyaman tentunya akan menyebar kepada yang lainnya untuk juga bisa melakukan ibadah umrah,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel