Lain-lain

Subsidi Listrik PLN Berakhir


PROBOLINGGO – Mulai Januari 2022, pemerintah secara resmi mencabut subsidi keringanan listrik PLN bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA subsidi. Padahal, stimulus diskon tarif listrik yang telah berlangsung sejak tahun lalu ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan pers rilis dari Kementerian ESDM, ada pengaturan subsidi untuk tarif tenaga listrik untuk PT PLN Persero. Selama masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada ekonomi, subsidi berlaku bagi pelanggan 900 VA dan 450 VA dengan subsidi 50 persen. Subsidi tersebut berakhir pada Desember 2021.

Muklis, salah satu pelanggan PLN di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo pun kaget ketika membayar tagihan. Pasalnya, tarif rekening listrik 450 VA miliknya tiba-tiba naik. “Saya pikir awalnya mungkin ada yang bocor arus listrik jadi boros. Bulan lalu bayarnya masih Rp 14.500 sebulan, tadi (kemarin, red) bayar jadi Rp 33 ribu,” katanya, Minggu (2/1).

Pria yang tinggal di rumah sederhana ini kemudian menyimak berita. Dari berita dimaksud, ia mengetahui bahwa subsidi atau diskon listrik PLN telah dicabut. Tarif pun kembali normal. “Untungnya sudah banyak berhemat di masa corona ini. TV kalau sudah malam dimatikan, dan lampu yang tidak perlu dimatikan juga kalau mau tidur,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Fajar, seorang pelaku bisnis online di Kota Kraksaan. Ia memiliki meteran listrik 900 VA untuk pemakaian rumah tangga. Ia juga memasang meteran 450 VA untuk menghidupkan komputer online.

“Pemakaian listrik 900 VA habis Rp 150 ribu ketika ada subsidi. Kalau yang 450 VA habis Rp 50 ribu sebulan. Sekarang tinggal dikalikan dua saja,” terangnya.

Kini, Fajar mempertimbangkan untuk menggunakan aliran listrik 450 VA milik usahanya untuk kebutuhan rumah tangga. Sementara yang 900 VA akan digunakan hanya menyalakan lampu. “Dengan begitu jadi lebih hemat, karena ada biaya beban segala macam bisa lebih mahal yang 900 VA,” terangnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel