Lain-lain

Bakal Ada Petir di Malam Tahun Baru


PROBOLINGGO – Jelang pergantian tahun, sebagian wilayah Jawa Timur diprakirakan akan diwarnai hujan lebat. Pasalnya, saat ini telah memasuki puncak musim hujan. Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya memprakirakan malam tahun baru akan diwarnai hujan dan petir.

Kepala Seksi Data pada BMKG Juanda Teguh Tri Susanto BMKG mengatakan, 96,8 persen wilayah Jatim berada dalam kondisi musim hujan. BMKG memprediksi momen pergantian tahun akan dirayakan di tengah suasana hujan dan petir.

Ia menerangkan, cuaca pada periode tahun baru menunjukkan kecenderungan curah hujan pada kategori menengah hingga tinggi. Yakni antara 100-500 mm per bulan. Bahkan, ada kenaikan 70 persen dari rata-rata normal di beberapa wilayah. “Termasuk Probolinggo,” ujarnya.

Teguh meminta masyarakat waspada dengan adanya kemungkinan bahaya banjir, banjir bandang, petir, topan, banjir rob, dan longsor. “Kami mengingatkan ancaman bencana hidrometeorologi selalu mengintai di musim hujan ini, baik di laut maupun di darat,” terangnya.

Menurutnya, merayakan malam tahun baru di tepi pantai adalah ide buruk saat ini. Pasalnya, dampak cuaca sangat mempengaruhi situasi pantai dan laut. “Di laut ada potensi angin badai, petir, dan gelombang tinggi,” imbuhnya.

Di samping variabel cuaca lokal yang dinamis, Ia juga memperingatkan ada pengaruh La Nina. Faktor La Nina masih menunjuk angka -0,8, yang berarti ada tambahan pengaruh namun ringan.

Namun, di tengah musim hujan reguler, dengan angin monsunal yang basah, pengaruh La Nina semakin kuat. Apalagi bibit siklon tropis datang dan pergi, ditambah lagi faktor dinamika atmosfir akibat perubahan iklim. Maka cuaca ekstrem sering terjadi di malam hari.

“Potensi cuaca ekstrem akibat La Nina sangat besar kemungkinan terjadi. Kami mohon untuk tetap waspada bagi pelayaran nelayan dan kapal penumpang. Diharapkan tak memaksakan mengangkut penumpang jika cuaca tidak memungkinkan,” ungkapnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel