Lain-lain

Tanah Longsor Dominasi Bencana Alam 2021


PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat di sepanjang tahun 2021 telah terjadi sebanyak 104 peristiwa bencana alam di wilayahnya. Bencana alam itu didominasi oleh bencana tanah longsor sebanyak 47 peristiwa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, memasuki musim penghujan yang dimulai sejak 3 bulan yang lalu, jumlah kebencanaan yang terjadi di wilayah kabupaten Probolinggo meningkat cukup signifikan.

“Setahun ini sudah ada 104 kejadian bencana dan didominasi bencana tanah longsor sebanyak 47 kejadian. Untuk bulan Desember ini saja, sudah ada 7 kejadian bencana dan November 24 kejadian bencana,” katanya, Selasa (28/12).

Dijelaskan bahwa bencana tanah longsor masih berpotensi terjadi di sepanjang sisa musim penghujan hingga trisemester awal tahun depan. Utamanya di wilayah pegunungan yang ada di sisi selatan Kabupaten Probolinggo.

“Kabupaten Probolinggo secara geografis memang rawan bencana tanah longsor. Karena wilayahnya yang berada di dataran tinggi atau pegunungan, sehingga potensi bencana itu selalu ada, baik itu longsor di tebing di tepi jalan ataupun dekat permukiman warga,” jelasnya.

Disebutkannya untuk bencana tanah longsor yang terjadi disepanjang tahun 2021 ini hampir semuanya terjadi di daerah dataran tinggi atau wilayah selatan kabupaten Probolinggo. Mulai dari wilayah kecamatan Sukapura 15 kali peristiwa Sumber 10 peristiwa, Lumbang 6 peristiwa, Tiris ada 7 peristiwa, dan Krucil 3 peristiwa bencana tanah longsor.

“Bahkan yang terbaru yakni bencana tanah longsor di Dusun Pusung Malang, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura yang terjadi pada awal pekan ini, serta Cuaca ekstrem dan angin di Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil,” sebutnya.

Untuk menghindari dampak masif akibat bencana alam, Sugeng menyatakan pihaknya  juga sudah melakukan mitigasi atau pemetaan wilayah yang patut diwaspadai. Di antaranya untuk bencana tanah longsor yang berpotensi terjadi di di Kecamatan Sukapura, Sumber, Lumbang, dan Tiris.

“Sementara untuk cuaca ekstrem Kecamatan Krucil, Pakuniran, Paiton, dan Tongas,” jelasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel