Lain-lain

Cuaca Buruk, Tangkapan Ikan Menurun


PROBOLINGGO – Cuaca buruk menyebabkan ombak besar dan mengancam keselamatan nelayan saat mencari ikan di laut. Karena itu, jumlah tangkapan ikan selama bulan ini menurun. Hal itu tentu berdampak pada menurunnya penghasilan para nelayan.

Romli, seorang nelayan asal Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo mengatakan, saat ini ia tidak bisa melaut tiap hari. Ia hanya melaut ketika cuaca cerah dan tidak turun hujan. Baik itu pagi, siang maupun sore hari. Namun ketika sebaliknya terjadi, mau tidak mau harus mengurungkan niat melaut demi keselamatan jiwa.

Setiap kali melaut, hasil tangkapan ikan saat ini menurun drastis. Pendapatannya paling besar dalam sekali melaut hanyalah Rp 100 ribu. “Kalau normal bisa dapat Rp 300 ribu sehari. Sekarang Rp 100 ribu saja sudah bersyukur. Kadang juga ndak ada karena tidak melaut,” ujarnya.

Cuaca buruk terjadi sejak awal Oktober. Namun ketika itu tinggi gelombang belum seberapa. Sehingga nelayan masih bisa tetap turun untuk menangkap ikan. Namun selama Desember, hanya beberapa hari saja nelayan bisa melaut.

“Biasanya kalau akhir tahun itu cuaca buruk menjadi-jadi. Ombak tinggi dibarengi hujan,” ungkap Romli.

Hal itu dibenarkan Khoirul, pengepul ikan asal Kota Kraksaan. Menurutnya, saat ini sulit mendapatkan jenis ikan tertentu dalam jumlah besar, sesuai permintaan konsumen. Misalnya, konsumen minta ikan tongkol ukuran sedang dengan jumlah 5 kuintal. Untuk memenuhi permintaan itu, butuh waktu lama karena ia harus kulakan dari beberapa nelayan.

“Keadaan seperti ini membuat harga pasaran naik. Kami juga akhirnya ikut harga pasaran biar tidak rugi,” jelasnya.

Sejauh ini kenaikan harganya memang tidak signifikan. Misalnya ikan tongkol yang awalnya Rp 28 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. “Rata-rata setiap jenis ikan naiknya Rp 1 ribu sampai Rp 2 ribu per kilogram,” katanya. (ra/eem)


Bagikan Artikel