Lain-lain

Cerita Pilu Hanif, Tiga Bulan Terbaring di Ranjang


PROBOLINGGO – Nahas nian nasib Hanif, seorang warga Desa Brabe Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sosok ayah ini terkapar di atas ranjang selama tiga bulan lebih, lantaran didera penyakit mengerikan.

Hanif tinggal di sebuah rumah di Desa Brabe, Maron, bersama anak dan istrinya. Kini kondisi Hanif hanya mampu pasrah. Sebab, dirinya sudah tak kuat untuk menafkahi keluarganya.

Hanif di dera penyakit yang berpusat di tulang ekornya. Penyakit itu dirasanya  parah dari hari ke hari. Sudah tiga bulan lebih Hanif hanya bisa menjalani kehidupan sehari-harinya di atas kasur.

Sebab, kedua kakinya sudah tak mampu bergerak, lantara luka parah yang berada di atas pantatnya itu. Untuk makan saja, ia masih perlu dibantu oleh istri dan anaknya yang masih berusia belasan tahun itu.

Ditanya soal kebutuhan sehari-harinya, tentu Hanif dan keluarga hanya bisa mengandalkan uluran tangan dari orang lain. Beruntung sekali, masih ada orang dermawan yang berkenan menyisihkan rejekinya.

Hanif bukan tak ingin sembuh dari penyakitnya itu. Namun, lagi-lagi biaya yang besar untuk pengobatan dirinya menjadi kendala keluarga. Ia sudah sempat melakukan pengobatan sebelumnya. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil.

Sebenarnya, penyakit itu bermula sejak dirinya mengalami kecelakaan kerja. Karena tulang belakangnya terasa sakit akibat jatuh itu, Hanif sempat membawanya berobat. “Dulu jatuh waktu kerja. Awalnya cuman bengkak, lama luka dan jadi borok. Semakin besar,” kata Subaida, istri Hanif.

Namun, beberapa minggu kemudian, luka yang berada di atas pantat itu semakin parah. Ia tak habis pikir, luka itu semakin besar dan membuatnya tak bisa jalan. Rupanya, pria tuna wicara itu diketahui mengalami masalah dengan saraf tulang punggungnya. Sehingga kedua kakinya tak bisa bergerak.

“Kami bawa ke sangkal putung, alhamdulillah kakinya sudah bisa bergerak. Tapi tetap tak bisa untuk jalan,” kata Badrud Kamal, tetangga Hanif.

Ayah dengan tiga anak itu pun disarankan untuk melakukan operasi. Namun, biaya menjadi kendala keluarga. Ia berharap ada pihak terkait yang dapat membantu meringankan beban kelurganya dan penyakit yang dideranya saat ini.

“Semoga ada yang mau membantu. Karena biaya untuk operasi itu tidak murah. Sementara kami tidak punya biaya untuk bayar pengobatan itu,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Bat itu.

Rencananya, Mas Bat akan melakukan penggalangan dana di desanya. Sejauh ini respon masyarakat sudah cukup baik. Namun dana yang terkumpul masih belum cukup.

“Kami berharap ada uluran tangan dari masyarakat dan pihak lain yang berkenan membantu seorang ayah ini,” harap pemuda asal Desa Brabe Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo ini. (yek iwy)


Bagikan Artikel