Lain-lain

TPA Seboro Hasilkan 13,5 Ton Kompos per Bulan


PROBOLINGGO – Sistem pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Seboro kecamatan Krejengan sangat efisien. Karena pengolahan sampah organik di satu-satunya TPA di kabupaten Probolinggo itu ternyata mampu menghasilkan pupuk kompos sebanyak 13,5 ton per bulannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan, program pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos di TPA Seboro merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan DLH untuk mengatasi tumpukan sampah organik di TPA tersebut.

“Bahan baku kompos yang diproses berasal dari sampah organik yang masuk ke TPA Seboro, yaitu sampah daun, sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan lain-lain. Dengan begitu debit sampah yang mampu dikurangi dengan adanya komposing ini cukup signifikan,” ungkapnya, Selasa (14/12) kemarin.

Dijelaskannya sampah organik apabila tidak dikelola dengan baik. Justru dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan baru. Seperti menjadi sumber penyakit, menimbulkan bau tidak sedap, menghasilkan gas metan penyebab pemanasan global, dan limbah cair (lindi) menyebabkan pencemaran air tanah. “Untuk itu perlu diupayakan reduksi sampah organik melalui pengomposan yang tengah kami lakukan ini,” jelasnya.

Disebutnya, pengomposan di TPA Seboro dilakukan dengan dua cara, yaitu pengomposan dengan bantuan EM4 (Effective Microorganism) dan dengan teknologi biokonversi menggunakan maggot BSF (Black Soldier Fly).”Proses pengomposan dengan biokonversi menggunakan maggot merupakan teknologi baru untuk mengatasi permasalahan sampah organik,” sebutnya.

Selain menghasilkan kompos, Dwijoko mengatakan maggot juga dapat menjadi sumber protein yang baik untuk pakan unggas dan ikan. Namun untuk saat ini, hasil budidaya maggot di TPA Seboro masih dimanfaatkan sebagai indukan, belum digunakan untuk pakan ternak. “Kedepan ada rencana untuk dijadikan sumber pakan ternak. Namun memang harus bertahap untuk itu,” katanya.

Diterangkannya pula, pengolahan sampah menjadi kompos akan memberikan nilai ekonomi yang lebih apabila kompos yang dihasilkan berstandar kualitas baik. Untuk pengomposan dengan EM4 di TPA Seboro, disebutkan Dwijoko apabila jumlah kompos yang dihasilkan mencapai 13,5 ton per bulan dengan rasio C/N yang telah memenuhi standar mutu. Rasio C/N merupakan nilai perbandingan antara kadar karbon (C) dan nitrogen (N).

“Kompos yang diproduksi di TPA Seboro akan didistribusikan secara gratis kepada lembaga atau masyarakat yang membutuhkan kompos untuk penghijauan,” pungkasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel