Lain-lain

Tak Hadir, 8 Peserta Tes CPNS Gugur


PROBOLINGGO – Sebanyak 8 peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kabupaten Probolinggo Tahun 2021 Probolinggo dinyatakan gugur. Pasalnya, mereka tidak mengikuti pelaksanaan tes babak penentuan, Sabtu – Minggu (11-12/12).

Berdasar data absensi Panitia Selesai Daerah (Panselda) Kabupaten Probolinggo, ada 509 peserta SKB yang terjadwal mengikuti tes di auditorium Madakaripura. Namun yang hadir sebanyak 501 orang. Sehingga sisanya sebanyak 8 orang dinyatakan absen. Jumlah ini merupakan akumulasi selama dua hari.

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono cukup menyayangkan tidak hadirnya 8 peserta tes. Pasalnya kesempatan dan perjalanan menuju ke tahap ini tidak mudah dan membutuhkan upaya dan pengorbanan yang tidak kecil.

Dengan ketidakhadiran tersebut, secara otomatis 8 peserta itu dinyatakan gugur. Sebab, ujian tersebut sifatnya mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Jika tidak ikut, artinya gugur secara otomatis.

“Padahal tinggal satu langkah lagi untuk menggapai mimpi, tapi nyatanya juga masih ada beberapa yang tidak hadir. Kami juga tidak paham apa permasalahannya. Namun rata-rata dari mereka memang absen tanpa keterangan,” ungkapnya.

Sekedar informasi, SKB diikuti oleh total 523 peserta untuk 196 formasi. Sebelumnya mereka harus bersaing dengan 2.891 pelamar lainnya pada tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di bulan September yang lalu. Dari 523 peserta SKB tersebut, 509 peserta memilih mengikuti tes SKB di auditorium Madakaripura. Sedangkan 14 peserta lainnya dijadwalkan ikut tes di daerah lain.

Nanang mengemukakan, sistem penjaringan kali ini membuat pihaknya merasa bersyukur. Ia optimis hasil akhirnya akan melahirkan abdi negara yang bermutu dan siap kerja. Mengingat penjaringan ini memang sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi Pemkab Probolinggo. Baik secara struktural maupun fungsional.

“Saya pantau terus melalui live scoring BKN. Mereka saling bersaing. Nilai mereka rata-rata tinggi. Ini merupakan potensi awal sebagai aset Pemkab Probolinggo. Namun yang akan lolos memang hanyalah yang terbaik saja,” terang Nanang. (yek/eem)


Bagikan Artikel