Hukum & Kriminal

11 Bulan, Satpol PP Amankan 30 PSK


PROBOLINGGO – Praktik prostitusi di Kabupaten Probolinggo pada tahun ini masih marak terjadi. Hal itu terbukti dengan adanya 30 pekerja seks komersial (PSK) yang berhasil diamankan oleh Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Budi Utomo mengatakan, ke-30 PSK tersebut diamankan dalam kurun waktu Januari – November 2021. Selain itu, dalam kurun waktu tersebut, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah muncikari. “Dari PSK tersebut kami juga amankan muncikarinya. Ada sekitar 10 orang, dan langsung kami amankan ke kantor,” katanya, Rabu (8/12).

Ia mengungkapkan, sejumlah PSK dan muncikari yang diamankan tersebut berasal dari sejumlah kecamatan yang berbeda. Mulai dari Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Besuk, Kraksaan, Tegalsiwalan, dan Leces. “Mereka kami amankan di warung yang memang di jadikan tempat seperti itu (prostitusi). Ada juga yang berkedok rumah pribadi,” ujarnya.

Ia pun menyebut, operasi pemberantasan penyakit masyarakat ini memang perlu digalakkan agar tidak membuat resah masyarkat. Terlebih, hal ini sudah tertuang dalam Perda nomor 5 tahun 2005 tentang Pemberantasan Pelacuran dalam Kabupaten Probolinggo.

“Seperti di Kecamatan Paiton. Saat ini sudah tidak beroperasi paska kami tertibkan. Selain itu, jumlah PSK yang diamankan saat operasi penggerebekan juga mulai berkurang. Tidak seramai dulu,” ujarnya.

Situasi ini menurut Budi juga tidak terlepas dari adanya tindak lanjut yang dilakukan pihaknya paska melakukan pengamanan. Para muncikari maupun PSK yang dicokok, diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya itu. Sebab, jika kedapatan mengulangi sampai 3 kali, maka pihaknya tidak akan segan-segan untuk mengirimnya ke tempat rehabilitasi di Kediri.

“Namun, sejauh ini kebanyakan dari mereka masih 2 kali terjaring operasi kami. Jadi, tidak ada yang dikirim,” ungkapnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel