Lain-lain

Petugas sekuriti PT Eksekutif Multi Media berusaha menyalakan genset agar listrik di tempat kerjanya menyala. (Abdul Jalil/Koran Pantura)

PLN Sengaja Padamkan Listrik

KRAKSAAN – Puting beliung yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, kemarin (22/1), membuat PLN (Perusahaan Listrik Negara) kelabakan. Angin yang terlampau kencang membuat PLN memutuskan untuk memadamkan arus listrik di 3 kecamatan sekaligus.

Manager ULT PLN Kraksaan Muhammad Syafi’i mengatakan, pemadaman dilakukan di Kecamatan Gending, Pajarakan, dan Kraksaan. “Memang kami padamkan karena angin berembus terlalu kencang disertai hujan,” ujarnya kepada Koran Pantura tadi malam.

Pemadaman itu dilakukan lantaran ada persoalan pada sejumlah titik aliran listrik di 3 kecamatan tersebut. Sayangnya, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan pasti, terkait titik bermasalah dan apa penyebab utamanya. Yang pasti, Syafi’i menyatakan kondisi tersebut terjadi karena faktor alam yang tidak bisa dihindari.

“Sejak hujan mulai turun, tim kami sudah mulai menyisir area yang berpotensi akan terjadi gangguan. Sekarang (kemarin) tim kami tengah melakukan validasi titik-titik listrik yang bermasalah di 3 kecamatan itu. Kami masih belum bisa memastikan, ada tiang tumbang lagi atau tidak,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon.

Saat ditanya sampai kapan pemadaman akan berlangsung, Syafi’i mengaku belum bisa memastikan. Jika kendala bisa ditemukan dan cepat diatasi, pihaknya akan segera menghidupkan aliran listrik di 3 kecamatan tersebut.

“Ada faktor cuaca juga. Kalau anginnya masih terus kencang, kami tidak berani menghidupkan. Karena kabel listrik kami itu berdekatan dengan pepohonan. Kalau pohon itu menyentuh kabel, pasti menimbulkan trouble. Jadi, kami menunggu angin kencang reda dulu,” paparnya.

Ia menyatakan pemadaman tersebut bukan menjadi keinginannya. Syafi’i mengungkapkan, pihaknya baru selesai mengerjakan trouble listrik di area Kota Kraksaan sejak angin kencang pada Jumat lalu. “Kami tak ingin (trouble) ini terjadi. Kami dan tim selama 4 hari terakhir ini tidur di luar rumah karena melulu ngurusin listrik,” kata Syafi’i. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan