Lain-lain

Parkir IGD RSUD dr. Moh Saleh Ilegal


PROBOLINGGO – Dinas Perhubungan Kota Probolinggo bersikap tegas dengan adanya parkir ilegal di depan IGD RSUD dr Moh. Saleh. Bahkan, dalam waktu dekat, Dishub akan menambah juru parkir (jukir) di kawasan tersebut. Dishub juga menegaskan tidak ada keterlibatan oknum CPM di tempat tersebut.

Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Effendi saat dikonfirmasi kemarin (30/11) pagi menerangkan bahwa bahwa pihaknya telah menyurati dan memanggil dari pihak koordinator parkir ilegal tersebut. Namun pada saat pemanggilan, yang bersangkutan tidak datang. Sehingga pihaknya telah berkirim surat ke RSUD dr Moh Saleh terkait langkah penindakan yang akan diambil oleh Dishub.

“Jadi kami sudah berkirim surat ke pihak rumah sakit. Dalam minggu ini nantinya petugas parkir ilegal tersebut akan digantikan oleh petugas jukir resmi dari Dishub. Saat ini masih dilakukan rapat juknis terkait dengan hal itu,” ujar Agus.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan lantaran ia tidak ingin ada pembiaran. Jika di lokasi itu terjadi pembiaran, maka parkir ilegal akan muncul di tempat lain.

Dijelaskan, terkait dengan masalah pembayaranya, sesuai dengan ketentuan yang ada, untuk parkir ditepi jalan gratis, sebab sudah membayar parkir berlangganan. Kecuali plat bukan dari kota dan Kabupaten Probolinggo akan dikenakan biaya.

“Selain itu, jika ada kegiatan insidentil, seperti Car Free Day maka akan dikenakan biaya. Jika ada warga yang memaksa memberi uang karena dirasa telah membantu menjaga dan merapikan motornya, sebaiknya ditolak dulu,” bebernya.

Tak hanya itu, berkaitan dengan pernyataannya mengenai adanya backing dari CPM, setelah dilakukan penelusuran lebih jauh, Agus mengatakan bahwa hal itu tidak benar.

“Jadi kami tahunya itu dari anggota dan dari mulut ke mulut jika ada backingan. Nah setelah saya telusuri lagi, rupanya tidak ada. Ini menjadi pembelajaran buat saya juga.  Yang jelas saya juga sudah berkirim surat dan meminta maaf pada komandan CPM. Kedepan kami akan bersinergi lagi sesuai dengan tugas dan tupoksi masing-masing,” tegas Agus.

Sedangkan Agus Agandi, 52, selaku koordinator parkir yang ada di depan IGD secara singkat menerangkan bahwa pihaknya hanya ingin mencari nafkah. Kemudian jika memang nantinya akan ditertibkan, maka ia hanya bisa mengikuti apa yang menjadi kewenangan pemerintah. “Kami hanya membantu agar lancar. Dan lagi untuk tambahan. Jika mau ditertibkan ya mau bagaimana lagi,” tutur  Agus pasrah. (rul/iwy)


Bagikan Artikel