Lain-lain

Diajak Video Call, Caleg Diperas


PROBOLINGGO – Nurul Munjiad (55), seorang caleg DPRD Kota Probolinggo mengadu ke Polres Probolinggo Kota, Senin (21/1) sekitar pukul 15.00. Penyebabnya, caleg nomor urut 2 daerah pemilihan (dapil) I (Kanigaran dan Wonoasih) tersebut, diancam dan diperas pemilik akun Facebook Aulyah Sari.

Pemilik akun ini teridentifikasi sebagai seorang perempuan. Ia mengancam akan menyebarkan rekaman video call via aplikasi Whatsapp (WA) antara dirinya dengan Nurul Munjiad. Yakni jika permintaan uang sebesar Rp 5 juta tidak dipenuhi oleh Nurul Munjiad.

Kemarin, Nurul menghadap penyidik Satreskrim Polresta untuk melapor. Namun penyidik yang menemui Nurul mengatakan, hanya Polda Jatim yang memiliki alat untuk melacak nomor ponsel maupun akun Facebook.

Mendapat saran seperti itu, Nurul yang berprofesi sebagai dosen ini akan melapor ke Polda Jatim. Namun jadwalnya belum ia tentukan. “Polresta tidak memiliki alat mendeteksi pemilik dan posisi pemilik nomor WA yang mengancam saya,” terangnya.

Nurul menceritakan, sekitar 2 bulan lalu, ia menjalin pertemanan dengan seorang pemilik akun Facebook dengan foto perempuan berparas cantik. Si pemilik akun mengaku berasal dari Palu Sulawesi Tengah. Beberapa waktu kemudian, melalui aplikasi messenger, perempuan tersebut meminta nomor WA milik Nurul. Tanpa curiga, Nurul memberikan nomornya.

“Awalnya WA-nya biasa saja. Tidak ada indikasi pengancaman. Hanya menanyakan kabar dan kegiatan saya. Dia jarang WA saya,” cerita Nurul kepada para wartawan.

Suatu ketika, Aulyah Sari menghubungi dirinya dan meminta video call via WA. Dengan alasan tidak percaya diri, Nurul menolak permintaan tersebut. Beberapa waktu kemudian, yang bersangkutan kembali meminta video call. Kali ini, permintaan itu dilayani oleh Nurul.

“Perempuan itu tidak puas, karena saya video call di tempat gelap. Karena saya malu dan tidak pernah melakukan hal seperti itu,” ungkap Nurul.

Berikutnya, perempuan yang tanggal kelahiran di akun Facebooknya tertera 10 Oktober 1995 itu meminta video call lagi. Permintaan itu kembali diiyakan oleh Nurul. Beberapa hari kemudian, rekaman video call itu dikirim ke Nurul. Tepatnya pada Senin (21/1) pagi. Saat itulah Aulyah mengancam akan menyebar video tersebut melalui media sosial. Yakni jika Nurul tidak memberi uang sebesar Rp 5 juta kepada Aulyah.

“Saya tidak tahu kalau (video call antara Nurul dengan Aulyah) direkam,” ungkap Nurul yang enggan menerangkan apa saja yang terekam dalam video tersebut.

Nurul menyatakan tidak akan mentransfer uang yang diminta perempuan yang tidak diketahui alamat pastinya tersebut. Karena kalau diberi, maka Auliyah akan meminta lagi, begitu seterusnya. “Enggak saya transfer. Karena kalau ditransfer satu kali saja, ia akan meminta lagi. Saya kan akhirnya dijadikan ATM berjalan,” ungkapnya.

Jika Aulyah benar-benar menyebar rekaman video call itu, Nurul menyatakan tidak takut dan tidak malu. Sebab, apa yang dilakukannya ketika video call, ia nilai tidak bermasalah. Ketika video call, Nurul mengaku berada di dalam kamar, sendirian dan tidak bersama perempuan. Ketika itu, istri dan 2 anaknya sedang tak ada di rumah. “Kenapa malu? Kan saya di kamar tidak bersama perempuan,” sergahnya.

Belakangan, Nurul mengungkapkan bahwa akun Facebook Aulyah Sari sudah lama tidak aktif. Kepada masyarakat, Nurul mengimbau untuk tidak melakukan apa yang telah dilakukan dirinya, siapapun yang menyuruh atau meminta. “Cukup saya saja yang menjadi korban. Yang lain, jangan sampai mengalami seperti yang saya alami,” tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Efendi meminta Nurul segera laporan. Pihaknya akan menyelidiki kasus dan memintai keterangan yang disebut pelapor. AKP Nanang meminta pelapor membawa barang bukti yang dimiliki, termasuk nomor WA terlapor. Barang bukti itu akan difotokopi. “Laporan saja. Nanti kami tindaklanjuti. Bawa barang buktinya,” tandas Kasat.

Saat ditanya apakah polresta bisa mendeteksi pemilik dan posisi nomor WA dan akun Facebook, AKP Nanang tidak menjawab terang. Ia mengatakan, akan membawa barang bukti yang dimiliki Nurul ke Polda Jatim. “Soal bisa atau tidaknya, itu kan masalah teknis. Nanti saya bawa seluruh barang bukti dan pendukungnya ke Polda,” terangnya. (gus/eem)


Bagikan Artikel