Hukum & Kriminal

Beroperasi Siang Hari, 6 PSK Dijaring Satpol PP


POBOLINGGO – Petugas Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo menggelar razia penyakit masyarakat (pekat). Hasilnya, sebanyak 6 Pekerja Seks Komersial (PSK) berhasil terjaring saat mereka tengah asyik beroperasi di siang hari. Mereka diamankan dari 2 warung kopi yang ada di Kecamatan Leces, Rabu (27/10). 

Razia di wilayah perbatasan Kabupaten dengan Kota Probolinggo ini dilakukan dengan melibatkan belasan personel. Tak hanya menggunakan mobil, petugas juga mengendarai sepeda motor untuk mengantisipasi PSK yang hendak melarikan diri saat razia.

Para PSK rata-rata berusia 35 tahun dan berasal dari Kabupaten dan Kota Probolinggo. Mereka terkejut dengan kedatangan petugas dan kelabakan. Mereka tak berkutik saat petugas masuk ke warung dan bilik cinta yang dijadikan tempat melayani nafsu para pria hidung belang.

Satu per satu PSK diamankan dan dibawa ke mobil petugas. Dalam proses pengamanan tersebut beberapa PSK sempat mencoba kabur. Namun dengan cekatan para anggota Satpol PP berhasil menggagalkan upaya mereka. Alhasil mereka pun langsung dibawa ke kantor Damkar (Pemadam Kebakaran) Kabupaten Probolinggo untuk menjalani pendataan. 

Dari hasil pendataan, PSK tersebut diketahui berinisial TT, SA, YD, dan YY. Keempatnya diamankan dari salah satu warung kopi milik Sumik di desa Tigasan Wetan. Sedangkan dua PSK lainnya yakni MS dan RR diamankan dari salah satu warung dengan modus yang sama namun berada di Desa Pondokwuluh. 

“Hari ini kami mengamankan sebanyak 6 PSK dari dua lokasi berbeda di Kecamatan Leces. Sebanyak 4 PSK diamankan di salah satu warung kopi di Desa Tigasan Wetan. Dan 2 lagi PSK dari salah satu warung kopi di Desa Pondokwuluh,” terang Kabid Ketenteraman Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kabupaten ProbolinggoProbolinggo Hariyanto, Rabu. 

Usai proses pendataan, 5 dari 6 PSK tersebut diketahui merupakan pemain baru. Mereka baru pertama kalinya terjaring dalam operasi pekat yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

“Kalau yang satu lagi, inisialnya TT. Dia pemain lama dan sudah dua kali terjaring razia oleh kami,” ungkapnya. 

Dalam proses pendataan tersebut, tak hanya dilakukan proses pemeriksaan sampel darah untuk mengecek apakah PSK tersebut mengidap HIV AIDS atau tidak. Namun juga dilakukan tes COVID-19 agar memastikan mereka tidak terpapar COVID-19. “Hasilnya negatif semua,” Ujarnya. 

Untuk penanganan lebih lanjut, enam PSK tersebut akan terlebih dahulu menjalani pembinaan oleh Satpol PP dan Dinsos Kabupaten Probolinggo. Setelah itu mereka akan dikembalikan lagi kepada pihak keluarganya.

“Sementara akan diberikan pembinaan dan dikenakan tindakan pidana ringan. Nanti kalau mereka mengulangi perbuatannya dan terjaring lagi, akan langsung kami kirim ke panti sosial di Kediri,” tegas Hariyanto. (tm/eem)


Bagikan Artikel