Lain-lain

Petugas saat memeriksa penyakit pada ternak. Saat ini DPKH mengeluarkan imbauan agar waspada penyakit cacingan pada hewan ternak. (Tunjung Mulyono/Koran Pantura)

Waspada Penyakit Cacingan Pada Hewan

PROBOLINGGO – Datangnya musim penghujan membuat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo mengeluarkan imbauan agar para peternak di Kabupaten Probolinggo mewaspadai kemungkinan terjadinya serangan penyakit cacingan pada hewan ternak.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo melalui Kasi Kesehatan Hewan drh. Novita Dwi Setyorini mengungkapkan beberapa hal. Penyakit yang perlu diwaspadai pada awal musim hujan adalah penyakit parasiter Helminthiasis atau cacingan yang kerap menyerangan ternak domba dan sapi.

“Gaya menggembala ternak di masyarakat pada lahan yang sama, meningkatkan kerentanan terhadap serangan penyakit cacingan. Penyebabnya adalah konsumsi rumput oleh hewan ternak yang telah tercemar kotoran ternak sehingga bibit telur cacing  ikut terkonsusmsi,” ungkapnya, Senin (21/1).

Dia menjelaskan penyakit cacingan, hewan unggas pun tak kalah rawan terserang penyakit. Khusus ayam penyakit yang dapat menyerang pada saat awal musim penghujan seperti saat ini adalah CRD (Chronic Respiratory Disease), penyebabnya Mycoplasma.

Lalu penyakit Colibasilosis penyebabnya E. Coli, penyakit ND ( New castle Disease) atau Tatelo penyebabnya Virus. “Penyakit-penyakit itu sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga sanitasi dan higienitas kandang, bioscurity dan vaksinasi ND,” jelasnya.

Kendati demikian, drh. Novita mengimbau peternak waspada karena saat puncak musim hujan, perkembangbiakan penyakit ternak unggas dan sapi lebih cepat dibanding saat kemarau. “Kondisi itu memungkinkan serangan penyakit menular terhadap unggas yang berujung pada kematian berpotensi meningkat,” katanya.

Ia menyebutkan, penyakit yang menjadi langganan di musim hujan ini khususnya pada hewan ternak di Kabupaten Probolinggo yaitu BEF (Bofine Ephemeral Fever) atau penyakit demam 3 hari. Penyakit ini umumnya dialami oleh sapi, dan penyebabnya adalah virus.

“Media pembawanya adalah nyamuk dan lalat. Penyakit tersebut bersifat menular antar hewan. Penyakit ini disebabkan dari gigitan lalat yang hinggap pada pakan ternak sapi yang terkena penyakit lalu hinggap ke pakan yang lainnya,” sebutnya.

Untuk mengatasinya dipaparkan drh Novita pihak DPKH selama ini secara masif sudah melakukan sosialisasi kepada peternak sapi agar mewaspadai rentannya penyakit di musim hujan. “Termasuk didalamnya kami memberikan vaksinasi dan pelayanan kesehatan hewan gratis agar penyebaran penyakit seperti cacingan dan penyakit lainnya bisa dieliminir,” tandasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan