Lain-lain

4 Unit Usaha Perusda Ditutup Kembali


PROBOLINGGO – Baru sebulan membuka empat unit usaha, kini Perusahaan Daerah (Perusda) Rengganis kembali menutup unit usahanya. Pasalnya, level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kembali naik. Kebijakan pun kembali mengalami pengetatan.

Direktur Perusda Rengganis Suhud mengatakan, selama pandemi melanda, empat unit usaha yang berada di bawah pengelolaannya masih belum dapat beroperasi. Namun sebulan lalu pihaknya menyambut baik penurunan PPKM menjadi Level 2. Kebijakan pun melonggar, yang berimbas pada unit usaha Perusda yang mulai dibuka.

“Pekan ketiga September sudah mulai dibuka. Tentunya menjadi angin sejuk bagi kami,” ujarnya, kemarin.

Lanjut Suhud, empat unit usaha yang dikelola menyasar di sektor jasa, di antaranya GOR Sasana Krida Kraksaan, Pesanggrahan di Bremi Krucil, Kolam Pemandian Jabung Paiton dan Lapangan Tenis Kraksaan. Saat mulai dibuka, warga mulai memanfaatkan. Namun demikian jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari.

“Empat unit usaha setiap harinya ada saja yang menyewa. Memang tidak banyak, tapi setidaknya ada pemasukan,” ungkapnya.

Sayangnya, itu tidak berlangsung lama mengacu pada Inmendagri, status PPKM di Kabupaten Probolinggo masih masuk Level 3. Kontan unit usaha Perusda ditutup kembali. Hal ini akan dilakukan sampai target vaksinasi bisa terpenuhi sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

“Kami hanya menjalankan aturan, jika memang harus ditutup mau bagaimana lagi,” ucapnya.

Sementara itu, satu unit usaha kebun pisang yang berada Desa Bermi, Kecamatan Krucil terus berjalan. Sayangnya saat ini hanya menyisakan 50 batang yang saat ini telah berbuah dan mengeluarkan tunas. Tunas yang tumbuh sedianya akan dipindahkan serta dijadikan bibit untuk pembesaran.

“Untuk kebun pisang, juga masih jalan. Buahnya dijual, hasilnya untuk biaya operasional. Sementara tunasnya ditanam lagi,” tutur Suhud. (yek/iwy)


Bagikan Artikel