Lain-lain

Pembagian Kartu Tani Dihentikan


PROBOLINGGO – Tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo berencana menyebarkan sebanyak 119 ribu Kartu Tani (Kartani). Namun hingga pertengahan Oktober ini, yang berhasil dibagikan kepada petani belum sampai menyentuh separuhnya.

Kabid Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani pada DKK setempat Arif Kurniadi mengatakan, terhambatnya penyaluran tersebut tidak terlepas dari proses pendataan ulang yang saat ini sedang dilakukan pihaknya. Pasalnya, selama ini penyalurannya masih banyak yang berdasarkan pendataan petani tahun 2018 lalu.

“Makanya kami hentikan dulu penyalurannya, karena ternyata banyak kartu tani yang dibagikan itu kadaluarsa, sebab masih ada data yang digunakan itu data lama, tahun 2018,” katanya, Rabu (20/10).

Ia pun menyebut, penting untuk terus melakukan pendataan saban tahunnya terhadap semua petani yang ada di Kabupaten Probolinggo. Agar penyaluran kartani bisa teat sasaran. Sebab menurutnya, saban tahunnya sejumlah petani yang terdata sebagai penerima kartani ada yang meninggal, ada yang berhenti jadi petani, dan ada pulan yang berpindah domisili.

“Ini lah gunanya pendataan, biar orang yang meninggal itu tidak lagi menerima kartani. Orang yang sudah berhenti jadi petani tidak lagi bisa dapat kartani, termasuk orang yang pindah, karena kami pendataannya juga berdasarkan e-KPT,” terangnya.

Ia pun menyebut, kehati-hatian pihaknya dalam melakukan pendataan kartani ini tidak terlepas dari manfaat yang diperoleh petani dari Kartani tersebut. Dengan kartani, petani secara otomatis terdata sebagai warga yang berhak mendapatkan pupuk subsidi.

“Selain pupuk subsidi, kartani ini juga bisa mengambil dana pinjaman kur ke Bank. Ini manfaatnya, makanya kami tidak ingin pendatannya keliru. Kartani hanya untuk petani, dan manfaatnya hanya untuk kepentingan pertanian,” ujarnya..

Arif menjelaskan, kemungkinan besar dengan sisa waktu di tahun 2021 ini, kartu tani sudah tidak akan bisa dibagikan lagi mengingat saat ini pihaknya ssedang fokus untuk melakukan pendataan. Namun, ia akan mengusahakan agar penyebaran kartani ini bisa kembali dilakukan pada Jnuari mendatang.

“Insya Allah Januari kami akan cetak lagi dan sekaligus penyalurannya untuk petani. Karena sisa 2 bulan di 2021 ini akan kami manfaatkan untuk pendataan,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel