Lain-lain

Hujan Diprediksi Berlalu, Kemarau Kembali Normal


PROBOLINGGO – Petani tembakau bakal diuntungkan oleh cuaca dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Klas I Juanda menyatakan, hujan yang turun saat musim panas karena gelombang rossby telah lewat. Gelombang rossby merupakan gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat.

“Hujan di Jatim selama ini hanya karena gangguan saja mulai tanggal 8 September. Tanggal 16 dan 17 September sudah selesai sudah kembali panas lagi. Artinya kemarau sudah on track dan sudah melewati wilayah Jatim lagi,” terang Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Teguh Tri Susanto melalui sebuah rilis online, Kamis (16/9).

Ia menerangkan, gelombang equator rossby sifatnya hanya 1 minggu atau 10 hari saja. Sedangkan untuk musim peralihan musim panas ke hujan, Teguh memperkirakan akan mulai datang pada awal Oktober. Meski begitu hujan belum merata dan hanya di beberapa wilayah saja.

“Itu untuk masa peralihan akan terjadi di bulan-bulan awal Oktober di wilayah Jatim (Jawa Timur). Ada yang sudah memasuki awal musim hujan tapi belum merata,” ungkapnya.

Menurut Teguh, masyarakat biasa menyebutnya pancaroba musim hujan. Biasanya ditandai dengan seringnya terkena penyakit flu atau demam.

Mendengar informasi tersebut, Abdul Mat, seorang pedagang tembakau asal Kecamatan Pakuniran merasa lega. Pasalnya dengan begitu kualitas tembakau akan terjaga. Dengan demikian, ia bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

“Kalau petani tembakau diganggu hujan, kami pedagang pasti ikut prihatin, karena kami saling membutuhkan. Semoga ke depan tidak ada gangguan cuaca lagi yang menyebabkan tembakau busuk,” harap Abdul. (ra/eem)


Bagikan Artikel