Lain-lain

Tagihan Listrik Melambung, Tertibkan PJU Liar


PROBOLINGGO – Kebocoran pada aliran Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Probolinggo disinyalir menjadi biang melambungnya tagihan listrik. Oleh karenanya, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat melakukan penertiban terhadap jaringan PJU liar yang hasilnya langsung tampak pada berkurangnya tagihan listrik senilai Rp 500 juta per bulan.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan, hingga Juni 2021 tagihan listrik dari PLN untuk PJU di Kabupaten Probolinggo rata-rata per bulannya mencapai Rp 2,3 miliar.  Bahkan nilai tagihan tersebut telah berlangsung sejak tahun 2020 lalu. Itu disinyalir terjadi kebocoran aliran listrik untuk PJU sejak tahun lalu. “Tagihan setinggi itu, tentu sangat membebani APBD kita,” katanya, Rabu (15/9).

Dijelaskan, membengkaknya tagihan listrik itu diduga karena banyaknya sambungan PJU liar yang dipasang warga. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan hasil survey dan penertiban yang dilakukan oleh petugas Dishub dan PLN Probolinggo,  didapati fakta ada sedikitnya 3 ribu titik PJU di Kabupaten Probolinggo. Bahkan mayoritas merupakan sambungan PJU ilegal atau liar.

“Kami cek juga apakah ada sambungan-sambungan ilegal yang terpasang di PJU. Perlu ketelitian dan kesabaran, sebab jaringan yang tersambung samar. Sehingga lolos, saat petugas melakukan pengecekan lapang,” jelasnya.

Selain penertiban PJU liar, rasionalisasi juga dilakukan dengan mengganti jenis lampu. PJU yang masih menggunakan lampu jenis  LED untuk menggantiksn lampu jenis merkuri. Begitu juga dengan lampu neon dan lampu pijar yang terkenal boros listrik.

“Rasionalisasi yang dilancarkan sejak awal tahun, hasilnya cukup efektif. Terutama dalam dua bulan terakhir. Tagihan listrik PLN pada Juli dan Agustus di kisaran Rp 1,7 miliar,” terang Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menyebut dengan penertiban dan rasionalisasi pada jenis lampu PJU itu, Dishub Kabupaten Probolinggo mampu menghemat sedikitnya Rp 500 juta perbulan untuk biaya tagihan listrik.

“Tentunya kami optimistis, tagihan itu semakin kecil jumlahnya. Rencananya kami juga akan melakukan meterisasi pada sistem PJU kami agar tagihannya lebih terkontrol. Bukan sepeti sekarang yang dihitung per titik oleh PLN,” pungkasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel