Lain-lain

3 RT di Kandangjati Wetan Masih Padam

Hingga kemarin (20/1) sore Desa Kandangjati Wetan masih padam akibat ada kabel listrik tegangan tinggi yang putus, namun luput dari perbaikan. (Istimewa/Koran Pantura)

KRAKSAAN – Pada akhir pekan lalu, listrik padam melanda belasan desa yang tersebar di 3 kecamatan Kabupaten Probolinggo. Sebagian besar sudah ditangani dengan baik oleh PLN. Namun, kemarin (20/1), ada 1 desa yang luput dari penanganan PLN dan masih padam. Yakni Desa Kandangjati Wetan, Kota Kraksaan.

Ada 3 RT yang listriknya masih belum menyala hingga pukul 19.39 tadi malam. Yakni RT 03, 04, dan 07 Dusun Krajan. “Belum (nyala), Mas. Blok (Dusun) Krajan RT 3, 4, 7 masih padam,” kata Kades Kandangjati Wetan Abdul Gozali, tadi malam.

Padamnya listrik di 3 RT tersebut terungkap setelah pemilik akun Facebook Santo Delahoya membuat sebuah postingan. Pemilik akun ini mengaku telah 7 kali menelpon PLN namun belum ada tanggapan. Sehingga ia mengunggah postingan di akun sosial medianya. Sebagian warganet berusaha menenangkan dengan menerangkan bahwa petugas PLN sangat mungkin masih sibuk memperbaiki kerusakan listrik di tempat lain.

Keadaan ini dibenarkan oleh Kades Abdul Gozali. “Sejak kejadian Jumat (18/1) malam desa kami terutama di RT 07 belum menyala listriknya. Itu karena ada kabel tegangan tinggi yang putus,” ungkapnya.

Terpisah, salah satu petugas lapangan PLN bernama Ahmad langsung bergegas menuju lokasi, saat Koran Pantura menanyakan hal tersebut. Dia sempat mengatakan akan segera meninjau untuk kemudian ditangani. “Iya saya langsung ke sana,” ujar Ahmad yang sebelumnya sibuk mengecek trafo di wilayah Blok Kapuran Kraksaan Wetan.

Sementara itu, Agus Setiono selaku Manajer UP3 Pasuruan  mengatakan, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus berupaya menyelesaikan jaringan listrik di Kraksaan. Meski pada hari Sabtu (19/1) petang, dan kemarin (20/1) dini hari sudah bisa dinyalakan, namun upaya penyempurnaannya terus dilanjutkan.

“Petugas terus bekerja kemarin untuk pengantian tiang listrik 20 kV (beton) yang patah, miring, roboh, sehingga kawat penghantar dan beberapa trafo distribusi maupun isolator perlu dikembalikan lagi sesuai standart konstruksinya. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Agus saat dihubungi via ponsel.

Agus mengatakan, recovery dilakukan sejak Sabtu dengan melibatkan 22 tim dari 4 UP3 (Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Situbondo) dan 1 regu dari Kantor Induk. Mengingat lokasi penyulang yang terkena dampak cukup luas. Beberapa penyulang (percabangan listrik) yang perlu direcovery yakni Pajarakan 23 trafo, Wangkal 94 trafo, Besuk: 50 trafo, Bhinor 57 trafo, Sidomukti 13 trafo, Jabung 44 trafo.

Dengan diperbaikinya semua penyulang, maka PLN sudah bisa menyalakan listrik secara penuh atau menyalakan trafo utama. “Penanganan menggunakan kendaraan berat  yakni crane besar 1 unit, crane kecil 2 unit, truck engkel 5 unit,” ujarnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan