Lain-lain

CJH Tarik Dana Bipih


PROBOLINGGO – Pemerintah memutuskan membatalkan pemberangkatan jamaah haji pada musim ibadah haji tahun 2021. Ini berlaku juga untuk calon jamaah haji (CJH) dari Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian, para CJH dapat menarik kembali Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih)-nya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Sholehuddin mengatakan hal ini kepada Koran Pantura, kemarin (31/8). Menurutnya, dengan adanya pembatalan pemberangkatan haji tahun ini, CJH dapat kembali menarik setoran pelunasan Bipih yang telah dibayarkan. Di tahun ini sudah ada 1 CJH yang melakukan penarikan Bipih.

“Dari 700-an CJH yang rencananya diberangkatkan tahun ini, sudah ada 1 jamaah yang menarik dana hajinya (Bipih, red),” kata Sholehuddin, Selasa (31/8).

Ia pun tidak mempersoalkan adanya CJH yang melakukan penarikan Bipih itu. Bahkan, ia juga tidak akan mempersoalkan jika ada CJH lainnya yang ikut melakukan penarikan Bipih. Yang jelas, penarikan Bipih harus melalui tahapan-tahapan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Dijelaskannya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh CJH yang akan melakukan penarikan Bipih. Pertama, CJH harus mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada pihaknya dengan disertai beberapa dokumen.

Dokumen yang dimaksud meliputi bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih; fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama CJH dan memperlihatkan aslinya; fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya; dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Kedua, permohonan jamaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi oleh pihaknya. Jika dokumennya dinyatakan lengkap dan sah, maka pihaknya akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan Bipih. “Pertama yang paling penting itu adalah kevalidan data, kalau tidak valid tidak bisa diproses,” ujarnya.

Selanjutnya ia menjelaskan masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dipenuhi sampai CJH tersebut bisa kembali menerima Bipih yang ia tarik. Mulai dari pengajuan pembatalan kepada pihak Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), hingga BPKH mengeluarkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada BPS untuk melakukan transfer kepada rekening CJH tersebut.

“Intinya biar mudah. Silakan datang ke kantor kalau memang betul-betul menarik dana hajinya. Tapi menurut saya sayang kalau ditarik, karena waktu tunggu haji sekarang lama,” paparnya.

Sholehuddin menyebutkan, salah satu alasan yang dikemukakan oleh CJH penarik dana Bipih ialah kekhawatiran terkait umur. Yang bersangkutan khawatir meninggal sebelum keberangkatan hajinya terlaksana. “Salah satu alasannya usia. Bahkan, yang meninggal untuk CJH tahun ini hampir mencapai 10 orang,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel