Lain-lain

Supermoon, Nelayan Tak Melaut

DRINGU – Fenomena supermoon yang terjadi sejak Sabtu (19/1) lalu,  membuat ketinggian air laut di sekitar pesisir utara Probolinggo mencapai titik maksimun. Hal tersebut membuat para nelayan di kabupaten Probolinggo memilih untuk tak melaut. Mereka khawatir akan adanya ombak besar dan angin kencang serta banjir rob.

Di kampung nelayan Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, para nelayan memilih untuk menambatkan kapalnya, Minggu (20/1). Mereka tak ingin melaut karena tidak ingin terkena musibah ketika berada di tengah lautan.

“Lebih baik kami tak melaut selama beberapa hari ke depan. Khawatir nantinya gelombang di laut berbahaya untuk kami. Meski tidak melaut, kami juga takut rumah kami terendam banjir rob karena air laut sedang pasang,” ungkap Saleh, salah seorang nelayan desa setempat.

Ia mengaku telah mendengar imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar para nelayan mewaspadai perairan di sekitar pesisir utara laut jawa. Yakni setidaknya selama 4 hari pada 19-22 Januari. “Saya baca berita ada imbauan begitu dari BMKG. Jadi, saya lebih memilih tidak melaut untuk sementara waktu,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pencegahan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Tri Priyo mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG, pihaknya meminta masyarakat agar mewaspadai fenomena supermoon yang disertai bulan purnama. Menurutnya, supermoon berlangsung mulai Sabtu malam hingga tiga malam ke depan. “Adanya fenomena supermoon disertai dengan bulan purnama dapat mempengaruhi kondisi pasang maksimum air laut di Indonesia,” terangnya.

Ia mengatakan, pasang air laut tersebut dinilai dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat pesisir di sejumlah lokasi di Indonesia. Termasuk di pesisir utara Kabupaten Probolinggo. Sebab dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar-muat di pelabuhan.

Priyo mengimbau masyarakat selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut. Selain itu, para nelayan juga diminta sementara waktu tak melaut terlebih dahulu. “Ini demi keamanan para nelayan,” katanya. (tm/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan