Lain-lain

Penumpang KA Anjlok selama PPKM


PROBOLINGGO – PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) juga berdampak pada sektor transportasi. Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat itu membuat jumlah penumpang Kereta Api (KA) anjlok.

Penerapan PPKM level 3 dan 4 di wilayah Jawa Timur berdampak pada turunnya jumlah penumpang Kereta Api (KA) yang dilayani oleh PT KAI Daop 9 Jember. Tak tanggung-tanggung, jumlah penumpang anjlok mencapai 87,3 persen, terhitung pada 9 Agustus lalu.

Vice President Daop 9 Jember Broer Rizal mengungkapkan,  hingga 11 Agustus 2021 lalu, KAI Daop 9 Jember mencatat jumlah pelanggan KA Jarak Jauh pada periode 3-9 Agustus sebanyak 3.157 pelanggan, dengan rata-rata pelanggan harian sebanyak 451 pelanggan. Adapun jika dibandingkan dengan rata-rata pelanggan harian KA Jarak Jauh dan Lokal di bulan Juni 2021 lalu yang sebanyak 24.800 pelanggan.

“Pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal pada 3-9 Agustus turun hingga 87,3 persen. Penurunan ini terkait erat dengan penerapan PPKM diseluruh wilayah operasional kami,” ungkapnya, Selasa (17/8).

Dijelaskannya, penurunan tersebut sedikit banyak diakibatkan adanya pengetatan aturan baru bari calon penumpang KAI. Di mana syarat wajib menunjukkan kartu vaksinasi dan hasil negatif tes PCR selain tiket, menjadi pengganjal utama calon penumpang untuk bisa menaiki moda transportasi darat tersebut. “Pada periode 3-9 Agustus, terdapat 140 pelanggan yang ditolak berangkat karena tidak sesuai persyaratan. Tapi uang tiket mereka tetap kami kembalikan sepenuhnya,” katanya.

Namun demikian, KAI Daop 9 Jember disebutkannya telah berupaya meningkatkan jumlah penumpang dengan menyediakan layanan vaksinasi gratis di Stasiun Jember. “Ada sebanyak 1.595 orang yang melakukan vaksinasi di Stasiun Jember,” sebutnya.

Dipaparkan pula sebagai upaya bentuk penerapan protocol kesehatan, salah satunya physical distancing, KAI hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas maksimal tempat duduk untuk KA Jarak Jauh dan 50 persen untuk KA Lokal.

Pelanggan juga tetap wajib mematuhi protocol kesehatan serta menerapkan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Kami selalu mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah pada masa pandemic untuk menekan penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api,” tutur Broer. (tm/iwy)


Bagikan Artikel