Lain-lain

Gudang Diterjang Angin, 5 Ton Garam Lenyap

KRAKSAAN – Hujan deras disertai angin kencang beliung yang terjadi Jumat (18/1) malam di Kota Kraksaan benar-benar berdampak buruk. Tidak hanya ada rumah ambruk, pohon dan tiang listrik roboh. Puting beliung juga menerjang kawasan pesisir yang membuat gudang penyimpanan garam porak poranda. Bahkan akibat kejadian itu, 5 ton garam lenyap.

Suparyono menjadi salah satu korbannya. Warga Desa Kalibuntu ini melihat angin kencang mirip puting beliung. Itu terjadi 2 kali dalam semalam.

“Pertama jam 7 dan kedua jam 10 malam. Yang kedua itu lebih kencang dan membuat atap gudang penyimpanan garam saya terbang,” ungkap Supar, Sabtu (19/1).

Ia mencatat ada 6 gudangnya yang rusak berat. Atap yang terbuka membuat air hujan leluasa masuk membasahi tumpukan garam yang tersimpan.

“Garam kalau sudah kena air ya jadi air lagi. Saya hitung 5 ton garam saya habis jadi air,” keluhnya.

Dengan perhitungan harga garam tingkat petani saat ini sebesar Rp 1 ribu per kilogram, maka Suparyono merugi Rp 5 juta.

“Itu belum rugi karena harus memperbaiki gudang. Selain gudang penyimpanan, bunker penyimpanan air garam yang sudah tua dan meja kristalisasi garam on/off juga rusak,” ucapnya.

Pihaknya mengkonfirmasi hal ini kepada kawan-kawannya sesama petambak garam. Ia menanyakan apakah hal serupa terjadi di kawasan pesisir lainnya.

“Informasinya di Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan ada 2 gudang yang rusak. Desa Asembagus juga ada, tapi belum tahu jumlahnya,” sebut Suparyono. (awi/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan