Lain-lain

17 Tiang Listrik Patah, 3 Kecamatan Padam

KRAKSAAN – Hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Kraksaan dan sekitarnya pada Jumat (18/1) malam, membuat listrik di beberapa desa di 3 kecamatan bermasalah. Pasalnya, ada 17 tiang listrik yang tersebar di 3 kecamatan itu patah, dan terjadi pemadaman masal.

Sebelumnya, pada Jumat sekitar pukul 19.30. hujan deras dan angin kencang mengguyur Kota Kraksaan dan sekitarnya. Hal itu mengakibatkan banyak pohon-pohon tumbang ke bahu jalan, dan rumah rusak berat. Bahkan sekitar 17 tiang listrik ikut menjadi korbannya.

Sejumlah desa yang terdampak yaitu di Kecamatan Krejengan meliputi Desa Krejengan, Rawan, Sokaan, Kamalkuning, dan Sumberkatimoho. Untuk di Kecamatan Pajarakan yaitu diantaranya Desa Sukokerto, Sukomulyo, dan Karangbong.

Sementara di Kota Kraksaan, diantaranya, Sumberlele, Kandang Jati Kulon, Sidomukti, dan Sidopekso. “Untuk Desa Alassumur Kecataman Besuk, sudah menyala. Sementara yang lain masih dikerjakan oleh bagian teknisi,” kata Manager PLN ULT Kraksaan Muhammad Syafi’i, Sabtu (19/1).

Ia menuturkan, padamnya listrik yang terjadi di sejumlah desa tersebut, disebabkan ada sekitar 17 tiang listrik patah saat hujan deras. Tiang-tiang yang patah itu tersebar di sejumlah kecamatan. Namun paling banyak ada di Kota Kraksaan, yaitu 11 tiang.

Untuk saat ini, lanjutnya, pihaknya masih mengupayakan perbaikan pada tiang-tiang listrik tersebut. Namun karena stok tiang yang dimiliki terbatas, sehingga harus mendatangkan dari luar kota. “Sementara ini sudah terpasang sekitar 7 tiang listrik. Selebihnya masih proses menunggu pengiriman tiang tiba,” ucapnya.

Karena wilayah pemadaman tersebut cukup luas, kata Syafi’i, pihaknya mendatangkan teknisi dari luar kota. Diantaranya dari Sidoarjo, Pasuruan, dan Situbondo. Itu karena, tenaga teknisinya terbatas. “Pasca hujam pada Jumat malam itu, kami segera turun. Karena teknisinya terbatas, jadi sejumlah teknisi dari luar kota diperbantukan ke Kraksaan,” paparnya.

Syafii menuturkan, proses pengerjaan tersebut sudah mencapai sekitar 50 persen. Hanya saja belum bisa dihidupkan langsung. Karena masih tahap pemulihan. “Kami upayakan, besok sudah bisa normal kembali. Mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami,” katanya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan