Sudut Medhureh

Jhuko’ Asap Gherus


BESUK – Selain kacang, terasi merupakan 2 jenis bahan baku sambal yang rasanya paling digemari oleh masyarakat. Dan, ikan laut yang diasapkan akan menjadi santapan nikmat jika dipadu dengan salah satu dari 2 sambal itu.

Di Kabupaten Probolinggo, selama Ramadan, masyarakat tak perlu mengasap ikan laut sendiri. Sebab banyak yang menjual ikan asap untuk disajikan sebagai menu buka puasa. Para pedagang ikan asap ini bisa dijumpati di tepi jalan raya.

Salah satu pedagang itu adalah Asia (65), warga Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk. Ia mengaku telah menjual ikan asap sejak belasan tahun lalu.

Bedeen kiah lah se ajhuwel jhuko panggheng mun bulen pasah. Engkok dhibi’ lah abit jhuwelen. Belesen taon lah. Sebelummah engkok jhuwelen jhuko kerreng (Sekarang banyak yang berjualan ikan asap selama bulan puasa. Saya sendiri sudah lama berjualan. Sudah belasan tahun. Sebelumnya sempat berjualan ikan asin, red),” katanya, Rabu (22/5).

Setiap bulan puasa, ia menambah jumlah stok ikan asapnya. Dalam sehari, ia menyediakan setidaknya 400 ekor ikan. Ia sering menerima pesanan dari pelanggannya sehari sebelumnya.

“Pokol 12 malem molaen manggheng sampek bekto saor. Depak pasar ghi’ tak depa’ pokol enem tadek lah (Pukul 12 malam saya mulai mengasap ikan sampai waktu sahur. Sampai pasar, sebelum pukul 06.30 sudah habis, red),” terangnya.

Menurutnya, dalam proses pengasapan, tidak boleh ada api yang menyulut badan ikan. Asap dari bara api tongkol jagung akan lebih memantapkan rasa dari ikan tersebut.

“Mun manggeng angghuy jhengghel. Mun angghuy apoy oreng benyak tak endek. Korang nyaman ca’en (Kalau mengasapi, saya menggunakan tongkol jagung. Kalau menggunakan api, orang banyak yang tidak mau. Kurang enak katanya, red),” kata pedagang yang berjualan di Pasar Senin Besuk ini. (ay/eem)


Bagikan Artikel