Sudut Medhureh

April Janda Bertambah, 191 Pengajuan Cerai Diproses

KRAKSAAN – Cukup banyak pengajuan perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Kraksaan. Sepanjang April 2019 tercatat sebanyak 191 kasus diproses oleh pihak pengadilan. Jumlah perkara pada April memang lebih rendah dari Maret yang mencapai 231 pengajuan. Namun tetap saja jumlahnya cukup tinggi.

Untuk menekan angka perceraian, pihak pengadilan mengerahkan mediator. Salah satunya adalah Imam Suliyono.

Tugas kuleh nyoba’ madamai ma’le mareh masalah ghnika ngangguy cara kekeluargaan. Tape neka ghun upaya. Keputusan napah ca’en se lake’ bi’ se bine’ (Tugas saya mencoba mendamaikan agar masalah keluarganya selesai secara kekeluargaan. Tapi ini hanya upaya. Keputusan ada di tangan suami istri terkait, red),” terangnya, Kamis (2/5).

Menurut Imam, proses mediasi akan sulit dilakukan jika suami dan istri sama-sama berpegang pada ego masing-masing. Di mana salah satu dari mereka tidak ada yang mau mengalah.

Ka’ruah ka kaenjeh bhei pon ngibe masalah. Mun bede se ngala, bisa deddhi burung se apesa’ah (Mereka ke sini memang membawa masalah. Kalau ada yang mengalah, bisa batal perceraiannya, red),” terang Imam.

Ia kemudian mencontohkan sebuah perkara yang berhasil dimediasi. Perceraian pun batal.

Ri’-beri’nah, bede reng lake’ ngakonih jhe’ mun sala ben jenji tak ngulangnah. Langsong soro minta sporah bi’ kuleh ka se bine’. Se bine’ nrema keng minta surat perjanjian. Bi’ kuleh eghebeyaghi. Alhamdulillah damai (Beberapa waktu lalu ada suami mengaku salah dan berjanji tak akan mengulangi lagi. Saya suruh dia meminta maaf kepada istrinya. Si istri menerima, tapi meminta ada surat perjanjian. Saya buatkan. Alhamdulillah berakhir damai, red),” beber Imam.

Ia berharap, masyarakat berstatus suami dan istri tidak melakukan perceraian. Sebab menurutnya, hal itu termasuk perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT.

Halal mun tengkanah. Tape pesa nika termasuk kalakoan halal se paling ekabejhi’ih sareng Allah (Sebenarnya halal. Tapi perceraian itu termasuk perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah),” tegasnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan