Sudut Medhureh

Kena Gendam, Uang Arisan Ghemmet


KRAKSAAN – Aksi gendam terjadi di Pasar Semampir, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/4) lalu. Korbannya adalah Mulan (46), warga Sumberlele Kraksaan. Ia kehilangan uang arisan sebesar Rp 35 juta.

Dari informasi yang dihimpun Koran Pantura, pada Selasa pagi, Mulan hendak menyerahkan uang arisan kepada sejumlah anggota arisan yang berdagang di Pasar Semampir. Belum tuntas membagikan uang itu, Mulan tiba-tiba dihadang dua perempuan tak dikenal.

Oreng kadueh kakruah moroppah pesse tell orator ebuh. Bektonah ta’-bhenta’an, oreng kakruah negghu’ klambhih kuleh sambih mojih jhe’ klambhih kuleh mapan (Dua orang itu mau menukarkan uang sebesar Rp  300 ribu. Ketika sedang berbincang, salah seorang dari mereka menyentuh baju saya sambil memuji saya. Katanya baju saya bagus, red),” terang Mulan saat ditemui di rumahnya, Rabu (3/4).

Setelah berbincang dengan 2 perempuan tak dikenal itu, Mulan melanjutkan pekerjaannya. Sebab masih ada beberapa anggota arisan yang belum menerima uang arisannya. Saat hendak mengeluarkan uang arisan untuk diberikan kepada anggotanya, barulah Mulan sadar bahwa ada uangnya yang hilang. Yakni 2 bendel uang sebesar Rp 35 juta.

Mulan yang didampingi suaminya sedang memberikan keterangan kepada Koran Pantura di rumahnya, Rabu (3/4). (Abdul Jalil/Koran Pantura)

Sebendel sittong pessean bellung jutah. Sebendel sittongngah pole pessean petto lekor jutah. Sadar deng lah mareh ta’-bhentaan bi’ oreng bine’ ka’ruah (satu bendel uangnya Rp 8 juta. Bendel lainnya Rp  27 juta. Saya baru sadar setelah berbincang dengan dua wanita itu, red),” kata Mulan yang didampingi suaminya.

Karena uang milik anggota arisan hilang, Mulan mengaku menjual beberapa perhiasan miliknya. Hasil penjualan itu akan digunakan untuk mengganti uang anggotanya yang hilang.

Digghel tak masalah, de’remmah poleh. Ghuduh jhuwel emas nekah pon (Biar tidak ada masalah, mau tidak mau saya harus menjual emas milik pribadi ini, red),” ungkapnya.

Sofyan, seorang pedagang lainnya mengatakan, aksi gendam sudah terjadi untuk kesekian kalinya di Pasar Semampir. Dalam ingatannya, tercatat sudah 4 kali terhitung sejak 2018 lalu. Mulan ia sebut sebagai korban keempat.

Pendhe seggut gendam neng pasar kanjeh. Sebelummah, teppa’ ka keluarga kuleh dhibi’. Mangken teppa’ ka oreng se negghu’ pesse aresan (Agak sering aksi gendam di pasar ini. Sebelumnya, korbannya adalah keluarga saya sendiri. Sekarang giliran orang yang memegang uang arisan, red),” kata warga Semampir Kraksaan ini. (yek/eem)


Bagikan Artikel