Sudut Medhureh

Diterjang Angin Kencang, Padi Kepa’

KRAKSAAN – Para petani sudah bersiap memasuki masa panen raya padi di Kabupaten Probolinggo. Namun tidak semua petani senang. Hujan deras dan angin kencang belakangan ini membuat padi yang mereka tanam roboh. Tak sedikit yang padinya kopong tanpa isi.

Mon robbhu enga’ kantoh, ghi majubek ka ollenah padih. Napa poleh mon pon padinah koneng. Mon tak dulih epaongak, bisa tombu padih pole deggi’ (Kalau roboh seperti ini, ya bisa merusak kualitas padi. Apalagi kalau padinya kuning. Kalau tak segera diberdirikan, bisa tumbuh padi lagi, red),” ujar Sumiati (45) seorang petani asal Desa Sidopekso, Kota Kraksaan, Minggu (31/3).

Keadaan itu dirasakan Sumiati yang menanam padi di atas lahan sawah seluas 400 meter persegi itu. Tanaman padinya banyak yang rusak karena roboh diterpa angin kencang dan hujan deras. Kualitas padinya pun rusak.

Padi yang ditanam Sumiati akan segera menguning, namun belum waktunya panen. Namun ia sudah merasa pesimis akan kualitas padi yang akan ia panen. Sebab menurutnya, padi yang sudah roboh akan mengalami kopong. Dengan kondisi padi yang sudah mulai menguning, dampaknya akan semakin parah.

Ternyata keadaan itu juga dialami oleh Saiful Bahri (35), petani asal Desa Krampilan, Kecamatan Besuk. Ia mengaku padi miliknya juga roboh dan terancam kopong. Jika hal itu terjadi, maka ia tidak bisa menikmati hasil panen dengan normal.

Mon benynyak robbhu, padih biasanah kepa’. Mon pon kepa’, berarti kan pon sobung bherreseh. Mon benynyak se kepa’, ghik rapa’ pon, pasteh lopot deri ontong ben modal pasteh tcorok (Kalau banyak roboh, padi biasanya akan kopong. Kalau sudah kopong, berarti tak ada berasnya. Kalau kopongnya banyak, ya sudah, pasti tidak akan untung dan modal pasti tidak kembali, red),” ungkapnya.

Padih kuleh robbhu polanah ojhen. Panen tak kerah maksimal. Biasanah bhen panen bisa olleh 4 ton. Mangken rassanah tak kerah depa’ (Padi saya roboh karena hujan. Panen tidak bisa maksimal. Biasanya setiap kali panen bisa dapat 4 ton. Sekarang sepertinya tidak sampai sebanyak itu),” terangnya. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan